Srikandi Jakarta Kampanyekan Pemilahan Sampah dari Rumah, Resmikan Kampung Peduli Lingkungan

oleh -6 Dilihat
Srikandi Jakarta Kampanyekan Pemilahan Sampah dari Rumah, Resmikan Kampung Peduli Lingkungan

KabarDermayu.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta pada tahun 2026, Srikandi Jakarta meluncurkan sebuah inisiatif penting bertajuk Gerakan Srikandi Jakarta Peduli Lingkungan. Kegiatan ini berfokus pada kampanye “Pilah Sampah dari Rumah untuk Jakarta Bersih dan Berkelanjutan”, yang dilaksanakan di Lobby Rusunawa Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis, 18 Juni 2026.

Acara yang mengusung tema kuat “Perempuan Berdaya, Lingkungan Terjaga, Jakarta Maju dan Berkelanjutan” ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan. Turut hadir unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai elemen warga. Di antaranya adalah Ketua RT dan RW, anggota PKK, Dasawisma, Jumantik, Posyandu, dan komunitas masyarakat Kelurahan Pengadegan.

Pembukaan acara secara resmi dilakukan oleh Lurah Pengadegan, Hifzillah. Sementara itu, Camat Pancoran diwakili oleh Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Pancoran, Ahmad Satiri, yang turut memberikan sambutan dan dukungan.

Ketua Srikandi Jakarta, Nena Syafrudin, dalam sambutannya menekankan bahwa isu sampah bukan sekadar masalah teknis pengelolaan. Lebih dari itu, persoalan sampah sangat berkaitan erat dengan perubahan perilaku masyarakat yang harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga.

“Perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam hal ini. Mereka adalah pengelola rumah tangga utama sekaligus agen perubahan yang efektif di masyarakat. Oleh karena itu, gerakan untuk menjaga kelestarian lingkungan harus berawal dari pemberdayaan perempuan dan penguatan peran keluarga,” ujar Nena dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Kamis, 18 Juni 2026.

Nena menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial semata. Acara ini merupakan tonggak awal dari sebuah gerakan kolektif yang bertujuan membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah tangga. Ini adalah fondasi penting untuk menciptakan Jakarta yang lebih baik.

“Apabila setiap keluarga berkomitmen untuk mulai memilah sampah, secara aktif mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, maka kita sedang secara bersama-sama membangun sebuah kota Jakarta yang lebih bersih, lebih sehat, dan yang terpenting, lebih berkelanjutan untuk masa depan,” tegasnya.

Pada momen penting tersebut, Srikandi Jakarta juga secara resmi meluncurkan sebuah program percontohan bernama Kampung Srikandi Peduli Lingkungan Pengadegan. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang efektif dan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Jakarta.

Sementara itu, materi yang disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta memberikan penekanan mendalam mengenai pentingnya implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026. Instruksi ini secara spesifik mengatur tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumbernya.

Melalui kebijakan ini, masyarakat didorong secara aktif untuk melakukan pemilahan sampah ke dalam empat kategori utama. Kategori tersebut meliputi sampah organik, sampah anorganik, sampah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu yang tidak dapat diolah lebih lanjut.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta juga mengingatkan sebuah ketentuan penting yang akan berlaku mulai 1 Agustus 2026. Mulai tanggal tersebut, sampah selain residu tidak akan lagi diizinkan untuk masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPST) Bantargebang. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya serius untuk mengurangi beban TPST dan menghentikan praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping).

Dalam sesi sosialisasi, warga diperkenalkan dengan berbagai metode praktis untuk mengolah sampah organik di lingkungan rumah tangga. Metode yang dipaparkan meliputi LOSIDA (Lodong Sisa Dapur), penggunaan tong komposter, pembuatan biopori jumbo, hingga penerapan metode TEBA Modern. Selain itu, peran bank sampah juga diperkuat sebagai elemen pendukung penting dalam mewujudkan ekonomi sirkular.

Srikandi Jakarta menyampaikan rasa apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Kecamatan Pancoran, serta Kelurahan Pengadegan atas terjalinnya kolaborasi yang solid dalam menyukseskan kegiatan ini.

Melalui program ini, Srikandi Jakarta memiliki harapan besar untuk dapat melahirkan kader-kader lingkungan baru. Para kader ini diharapkan dapat menjadi pelopor perubahan positif di tengah masyarakat dan mampu memperkuat kembali semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Jakarta yang maju tidak hanya bisa diukur dari pembangunan fisiknya saja. Kemajuan kota ini juga harus tercermin dari budaya peduli lingkungan yang kuat dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat. Menjaga lingkungan bukanlah sebuah beban, melainkan sebuah investasi berharga untuk masa depan anak-anak kita dan generasi yang akan datang,” pungkas Nena dengan penuh keyakinan.