Menag Nasaruddin Pimpin 100 Ribu Orang Zikir dan Doa untuk Negeri

oleh -13 Dilihat
Menag Nasaruddin Pimpin 100 Ribu Orang Zikir dan Doa untuk Negeri

KabarDermayu.com – Gemuruh doa dan lantunan zikir menggema di jantung Ibu Kota pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Sebanyak lebih dari 100.000 masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul dalam gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan, sebuah momentum spiritual akbar yang menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi refleksi mendalam bagi bangsa Indonesia. Bukan sekadar seremonial, kegiatan ini merupakan wujud syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih selama delapan dekade lebih, sekaligus menjadi ikhtiar batin untuk memohon perlindungan dan kedamaian bagi masa depan nusantara.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara kerja keras dan kekuatan spiritual. Menurutnya, membangun bangsa yang besar tidak cukup hanya dengan upaya fisik atau material semata, melainkan harus dibarengi dengan keluhuran akhlak dan kokohnya persaudaraan.

“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri,” tegas Nasaruddin.

Suasana malam itu terasa sangat inklusif dengan hadirnya tokoh-tokoh dari berbagai agama. Keberagaman yang menjadi identitas Indonesia tampak nyata saat enam tokoh lintas agama memimpin doa secara bergantian. Masing-masing memanjatkan permohonan sesuai dengan keyakinan mereka, namun dengan satu tujuan yang sama: memohon agar Indonesia senantiasa diberikan kekuatan, persatuan, dan harmoni di tengah dinamika zaman.

Urutan doa lintas agama tersebut melibatkan para pemuka agama sebagai berikut:

  • Kristen Protestan: Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty
  • Katolik: Romo Fransiskus Yance Sengga, S.Fill.Lic.Th.
  • Hindu: Pinandita Gede Pastika
  • Budha: Bhikku Bhadranatha, Thera
  • Konghucu: Xs. Budi S. Tanuwibowo
  • Islam: H. Husni Ismail

Rangkaian kegiatan diawali dengan penuh kekhidmatan melalui lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama. Setelah itu, suasana religius semakin terasa dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat 1 sampai 14 oleh Muhammad Zian Fahrezi, yang merupakan juara 1 MTQ International Al-Ameed ke-3 di Irak tahun 2026.

Sebelum puncak acara, kegiatan juga diisi dengan pembacaan Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti, disusul dengan doa khusus Khotmil Qur’an oleh Ust. H. Muzakkir Abd Rahman, MA. Puncak spiritual malam itu ditutup dengan lantunan Selawat Kebangsaan yang dipimpin langsung oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, yang berhasil menyatukan ribuan jemaah dalam syahdu yang mendalam di kawasan Monas.

Kehadiran para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih dalam acara ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam merawat nilai-nilai religiusitas sebagai fondasi bernegara. Zikir dan Doa Kebangsaan ini diharapkan menjadi pembuka yang positif bagi seluruh rangkaian perayaan HUT RI ke-81, menanamkan semangat persatuan yang lebih kuat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: Dukung Hilirisasi Nikel, DPR Dorong Akselerasi Motor Listrik Nasional

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik kemajuan fisik dan pembangunan infrastruktur yang terus digenjot, kekuatan doa dan harmoni sosial tetap menjadi pilar utama yang menjaga kokohnya fondasi bangsa Indonesia di kancah global.