KabarDermayu.com – Kemeriahan tradisi Mapag Sri kembali menyemarakkan Desa Tegaltaman, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, pada Rabu, 29 April 2026.
Acara yang sarat makna ini diselenggarakan dengan penuh kekhidmatan, menandai pentingnya pelestarian warisan leluhur bagi masyarakat setempat.
Kuwu (Kepala Desa) Tegaltaman, Makrus, turut hadir dan memberikan sambutan yang menggugah semangat.
Beliau secara khusus mengajak generasi muda untuk turut serta aktif dalam menjaga dan melestarikan tradisi Mapag Sri.
“Tradisi Mapag Sri ini bukan sekadar ritual belaka, melainkan cerminan rasa syukur kita kepada Sang Pencipta atas limpahan hasil bumi yang diberikan,” ujar Kuwu Makrus dalam sambutannya.
Beliau menekankan bahwa tradisi ini merupakan peninggalan berharga yang diwariskan turun-temurun.
Oleh karena itu, tanggung jawab untuk melestarikannya tidak hanya berada pada generasi tua, tetapi juga pada pundak generasi muda.
Kuwu Makrus menambahkan bahwa melalui Mapag Sri, masyarakat diajak untuk kembali terhubung dengan akar budaya mereka.
Ini adalah momen untuk merayakan kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Beliau berharap, dengan keterlibatan aktif generasi muda, tradisi Mapag Sri akan terus hidup dan berkembang di masa mendatang.
Generasi muda diharapkan dapat memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai bagian dari identitas diri.
Baca juga di sini: Harga BBM Capai Puncak Tertinggi Empat Tahun Terakhir, Rasakan Dampaknya pada Kendaraan Anda
Prosesi Mapag Sri sendiri merupakan rangkaian upacara adat yang dilakukan masyarakat agraris, khususnya di wilayah Indramayu, sebagai wujud rasa syukur atas panen padi yang melimpah.
Secara harfiah, “Mapag Sri” berarti menjemput Dewi Sri, sang dewi kesuburan dalam kepercayaan masyarakat agraris Jawa.
Upacara ini biasanya diawali dengan berbagai persiapan, mulai dari membersihkan area persawahan, mempersiapkan sesaji, hingga melakukan arak-arakan yang melibatkan tokoh adat dan masyarakat.
Dalam pelaksanaan di Desa Tegaltaman, terlihat antusiasme yang tinggi dari seluruh elemen masyarakat.
Para petani, tokoh agama, tokoh adat, serta warga dari berbagai kalangan turut berpartisipasi dalam setiap tahapan upacara.
Prosesi arak-arakan menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian.
Dimana, perwakilan petani akan membawa hasil panen padi terbaik mereka, diiringi dengan alunan musik tradisional dan tarian rakyat.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya padi bagi kelangsungan hidup masyarakat, serta harapan agar kesuburan dan kemakmuran terus terjaga.
Keterlibatan generasi muda dalam acara ini terlihat nyata.
Banyak pemuda-pemudi yang turut menjadi panitia, membantu dalam setiap persiapan, hingga ikut serta dalam pertunjukan seni yang ditampilkan.
Mereka tampak bersemangat dalam mempelajari dan mempraktikkan berbagai aspek tradisi Mapag Sri.
Ini menjadi sebuah indikasi positif bahwa warisan budaya ini tidak akan punah ditelan zaman.
Kuwu Makrus juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini.
Termasuk kepada para petani yang telah bekerja keras menghasilkan panen yang melimpah.
Beliau juga berterima kasih kepada para sesepuh desa yang senantiasa menjaga kelestarian tradisi ini.
Lebih lanjut, Kuwu Makrus berharap agar tradisi Mapag Sri tidak hanya berhenti sebagai sebuah ritual tahunan.
Namun, dapat menjadi momen introspeksi bagi masyarakat untuk lebih menghargai alam dan sumber daya yang ada.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pelestarian nilai-nilai budaya.
Generasi muda perlu dibekali pemahaman yang kuat tentang jati diri mereka sebagai bagian dari bangsa yang kaya akan tradisi.
Dengan demikian, mereka akan memiliki pegangan yang kokoh dalam menghadapi arus globalisasi.
Acara Mapag Sri di Desa Tegaltaman ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi dapat terus relevan di era modern.
Asalkan, ada upaya yang konsisten dari seluruh elemen masyarakat, terutama dari para pemimpin dan generasi mudanya.
Semoga semangat Mapag Sri terus menginspirasi dan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan leluhur demi masa depan yang lebih baik.





