KabarDermayu.com – Di era modern yang dipenuhi tren kuliner internasional dan inovasi makanan kekinian, nama Sisca Soewitomo tetap kokoh sebagai garda terdepan dalam memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia. Beliau kembali menjadi sorotan publik berkat komitmennya yang tak pernah surut dalam menyuarakan pentingnya menjaga warisan cita rasa Nusantara.
Sisca Soewitomo, seorang tokoh kuliner yang telah menginspirasi banyak orang, tak henti-hentinya mengajak para pelaku industri kuliner untuk terus menghidangkan hidangan khas Indonesia. Pesan sederhana namun penuh makna ini disampaikannya dengan penuh semangat.
“Bersama kita menyajikan sajian Indonesia,” ujar Chef Sisca dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan pada acara Chef Expo 2026 di Kebagusan, Jakarta, pada Kamis, 30 April 2026. Pernyataan ini menegaskan dedikasinya untuk melestarikan dan mempromosikan kuliner lokal.
Nama Sisca Soewitomo bukan lagi sekadar figur, melainkan ikon yang telah lama dikenal aktif dalam mengedukasi masyarakat Indonesia. Beliau secara konsisten mengajarkan pentingnya memahami, menghargai, dan melestarikan resep-resep tradisional yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
Di tengah gempuran berbagai jenis makanan modern yang kian populer, Sisca Soewitomo senantiasa menekankan bahwa kuliner tradisional menyimpan nilai budaya yang tak ternilai harganya. Baginya, setiap hidangan Nusantara bukan hanya sekadar makanan, melainkan sebuah narasi yang mengandung cerita, sejarah panjang, dan jati diri bangsa yang patut dijaga kelestariannya.
Peran aktifnya dalam melestarikan kuliner Indonesia kembali terlihat jelas melalui partisipasinya dalam Chef Expo 2026. Acara ini menjadi wadah penting yang mempertemukan berbagai elemen dalam industri kuliner, mulai dari para chef profesional, pelaku bisnis kuliner, hingga para penikmat masakan Indonesia.
Melalui gelaran Chef Expo 2026 ini, Indonesian Chef Association (ICA) menancapkan tekadnya untuk terus memperkuat eksistensi kuliner lokal di kancah nasional maupun internasional. Berbagai rangkaian kegiatan menarik telah disiapkan, termasuk demo memasak interaktif, sesi diskusi yang mendalam, hingga kompetisi kuliner yang menantang, semuanya dirancang untuk mengangkat potensi kuliner Nusantara.
Baca juga di sini: Kroos Kembali ke Madrid, Latih Tim?
Chef Sisca Soewitomo didapuk menjadi salah satu tokoh kunci yang turut memeriahkan sesi demo memasak. Kehadirannya dianggap sangat krusial, terutama dalam menjembatani warisan kuliner dari generasi senior kepada generasi chef muda yang akan meneruskan estafet pelestarian.
Tidak hanya Chef Sisca, ajang bergengsi ini juga dihadiri oleh sejumlah chef ternama lainnya yang memiliki reputasi gemilang di dunia kuliner Indonesia. Nama-nama seperti Chef Juna Rorimpandey, Chef Chandra Yudasswara, dan Chef Yongki Gunawan turut ambil bagian. Kolaborasi lintas generasi ini menjadi bukti nyata bahwa upaya pelestarian kuliner Indonesia membutuhkan sinergi dan kerja sama dari berbagai pihak.
Chef Santo, selaku Presiden ICA, mengungkapkan bahwa komitmen yang kuat untuk terus melestarikan kuliner Indonesia menjadi pendorong utama bagi Indonesian Chef Association. Motivasi inilah yang membuat ICA bertekad untuk terus menyelenggarakan Chef Expo secara berkelanjutan dari tahun ke tahun.
“Komitmen untuk terus melestarikan kuliner Indonesia menjadi motivasi kuat bagi ICA untuk terus menyelenggarakan Chef Expo dari tahun ke tahun,” tegas Chef Santo. Pernyataan ini menunjukkan visi jangka panjang ICA dalam menjaga kekayaan kuliner bangsa.
Chef Expo 2026 dijadwalkan akan berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 6 hingga 9 Mei 2026. Acara ini akan diselenggarakan di NICE PIK 2, sebuah lokasi yang strategis dan representatif untuk gelaran berskala besar. Selain demo memasak yang menghadirkan berbagai teknik dan resep inovatif, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai kompetisi kuliner yang mendebarkan.
Kompetisi yang dihadirkan sangat beragam, mencakup Black Box Challenge yang menguji kreativitas peserta dalam mengolah bahan misterius, lomba hidangan utama yang menampilkan keahlian dalam menyajikan hidangan pokok, kompetisi dessert modern yang mengeksplorasi tren manis terkini, hingga seni menghias kue (cake decorating) dan fruit carving yang memamerkan keindahan visual dalam penyajian makanan.
Acara ini juga akan menyajikan kategori khusus yang tak kalah menarik, seperti Rijsttafel. Kategori ini akan menerapkan standar penilaian internasional, memastikan bahwa setiap hidangan yang disajikan memenuhi kriteria kualitas global. Puncak dari seluruh rangkaian acara adalah penganugerahan Indonesia Culinary Award, sebuah penghargaan bergengsi yang akan diberikan kepada para tokoh yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam memajukan dunia kuliner Indonesia.





