Pemerintah Mulai Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi

oleh -4 Dilihat
Pemerintah Mulai Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi

KabarDermayu.com – Pemerintah Indonesia telah memulai langkah konkret dalam mewujudkan pembangunan “Kampung Haji” di Arab Saudi. Tahap awal yang dilakukan adalah proses pembebasan lahan di kawasan Jabal Hindawiyah, sebuah area strategis yang berdekatan dengan Masjidil Haram.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi para jemaah haji Indonesia. Lokasi yang dipilih sangat strategis, memudahkan akses jemaah ke tempat-tempat ibadah utama.

Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Haji, Muhadjir Effendy, menjelaskan bahwa Kampung Haji akan dibangun di Jabal Hindawiyah, dengan jarak yang sangat dekat dari Masjidil Haram, yaitu sekitar 2 hingga 2,5 kilometer.

Baca juga di sini: Miyeon (G)I-DLE Curi Perhatian di Pembukaan Pameran Vivienne Westwood Macau

Beliau juga menambahkan bahwa akan ada akses khusus, termasuk pembangunan terowongan, yang dirancang untuk meminimalkan gangguan lalu lintas kendaraan dan pergerakan jemaah lain. Hal ini demi kenyamanan dan keamanan seluruh jemaah.

Pada tahap awal pembangunan, pemerintah merencanakan untuk mendirikan tiga menara (tower) yang diperkirakan mampu menampung sekitar 1.600 jemaah. Targetnya, menara-menara ini sudah dapat digunakan pada musim haji tahun depan, setelah pengelolaannya diserahkan kepada Danantara.

Proyek Kampung Haji ini merupakan visi jangka panjang yang telah dirintis sejak masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan kini dilanjutkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ini menandai sebuah tonggak sejarah penting dalam upaya peningkatan fasilitas bagi jemaah haji Indonesia.

“Sudah 40 tahun kita bermimpi punya Kampung Haji. Sekarang mulai direalisasikan,” ungkap Muhadjir Effendy, menekankan betapa lama mimpi ini tertunda dan kini mulai menjadi kenyataan.

Lebih lanjut, dalam pengembangan kawasan ini, direncanakan untuk membangun ratusan menara hunian. Pembangunan masif ini bertujuan untuk menampung sebagian besar jemaah haji Indonesia yang melakukan ibadah di Tanah Suci.

Untuk memenuhi kebutuhan lahan yang diperkirakan mencapai 84 hektare, saat ini sekitar 54 hektare sedang dalam proses pembebasan. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan ketersediaan lahan yang memadai untuk proyek ambisius ini.

Muhadjir Effendy menegaskan bahwa pembiayaan proyek Kampung Haji tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Skema pendanaan akan mengandalkan investasi yang dikelola oleh Danantara, dengan melibatkan berbagai investor, termasuk dari Arab Saudi.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan skema pendanaan tambahan sebesar kurang lebih Rp1,7 triliun. Dana ini dialokasikan untuk menutupi kebutuhan operasional proyek, tanpa menimbulkan beban finansial tambahan bagi para jemaah.