Perkuat Penyaluran Subsidi Tepat, Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Layanan QR Code di Jawa Timur

oleh -6 Dilihat
Perkuat Penyaluran Subsidi Tepat, Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Layanan QR Code di Jawa Timur

KabarDermayu.com – Pertamina Patra Niaga terus berupaya memastikan pasokan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.

Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah melalui evaluasi dan pemutakhiran data konsumen secara berkala. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat sistem penyaluran BBM bersubsidi agar lebih akurat dan mudah diakses oleh penerima manfaat.

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, misalnya, telah aktif menjaring masukan dari berbagai pihak, termasuk para sopir truk. Kelompok ini merupakan salah satu pengguna utama BBM bersubsidi yang aktivitas distribusinya sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

Dalam sebuah forum dialog, para sopir truk menyampaikan berbagai pandangan dan kendala yang mereka hadapi terkait penerapan program Subsidi Tepat, khususnya penggunaan barcode. Masukan tersebut mencakup aspek teknis di lapangan hingga harapan agar kebijakan ini dapat berjalan efektif tanpa menimbulkan hambatan berarti bagi kelancaran distribusi barang.

Ahad Rahedi, selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menegaskan pentingnya pemutakhiran data konsumen. Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk memastikan bahwa QR Code yang digunakan dan kuota BBM subsidi benar-benar sesuai dengan kepemilikan kendaraan yang sah.

Penerapan QR Code dalam program Subsidi Tepat sendiri merupakan kebijakan dari pemerintah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa BBM bersubsidi, baik Biosolar maupun Pertalite, disalurkan kepada pihak yang memang berhak menerimanya.

Pertamina, dalam kapasitasnya, bertindak sebagai pelaksana distribusi sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh pemerintah. Peran ini diemban dengan tanggung jawab untuk memastikan kelancaran dan ketepatan sasaran program.

Ahad Rahedi menambahkan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh para sopir truk merupakan bentuk perhatian dan masukan berharga dari pelanggan. Pertamina menyambut baik masukan ini dan memiliki komitmen kuat untuk terus mendengarkan serta menindaklanjuti setiap saran yang diberikan.

Perusahaan berupaya menghadirkan solusi yang tepat sesuai dengan kewenangannya, demi terus meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pelanggan. Hal ini menjadi prioritas utama dalam setiap operasional Pertamina.

Terkait dengan kendala yang mungkin dihadapi pengguna QR Code, seperti kesulitan dalam bertransaksi, sistem Pertamina secara berkala melakukan pemantauan. Pemantauan ini mencakup data kendaraan yang terdaftar serta pola penggunaan QR Code di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Sistem juga dirancang untuk mendeteksi adanya anomali transaksi. Contoh anomali tersebut adalah pengisian BBM dalam volume yang sangat besar dalam rentang waktu berdekatan, atau pengisian di beberapa SPBU yang berbeda dalam waktu singkat. Kondisi semacam ini berpotensi mengindikasikan adanya penyalahgunaan QR Code oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dalam kasus terdeteksinya anomali, proses verifikasi ulang menjadi langkah yang diperlukan untuk memastikan keabsahan penggunaan QR Code.

Untuk memberikan dukungan maksimal kepada para sopir truk yang mengalami kendala dalam penggunaan QR Code saat bertransaksi, Pertamina telah mengoperasikan sebanyak 147 helpdesk di seluruh wilayah Jawa Timur. Keberadaan helpdesk ini diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi ulang dan pengaktifan kembali QR Code bagi pengguna yang memenuhi syarat.

Sebagai gambaran lebih lanjut, tercatat ada 119 kendaraan yang telah melakukan pendaftaran ulang untuk pengaktifan QR Code. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 kendaraan atau sekitar 73,1% telah berhasil menyelesaikan proses pendaftaran ulang dan mendapatkan QR Code yang aktif.

Sementara itu, masih ada sekitar 32 kendaraan atau 26,9% yang belum berhasil memperoleh QR Code. Kendala yang dihadapi oleh para pemilik kendaraan ini beragam, mulai dari nomor polisi yang belum terdaftar, QR Code yang terhapus secara tidak sengaja, hingga kebutuhan untuk merevisi data kendaraan yang ada.

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat, khususnya para pemilik kendaraan yang datanya belum aktif, untuk segera melakukan pendaftaran ulang. Penting untuk menggunakan data kendaraan yang sesuai dan akurat dalam proses pendaftaran.

Proses pendaftaran ini telah dirancang agar sesederhana mungkin, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh hak mereka atas BBM bersubsidi tanpa mengalami kendala yang berarti. Harapannya, layanan ini dapat dinikmati secara lancar dan aman oleh seluruh penerima manfaat.

Baca juga di sini: Dirut KAI Beri Jaminan Biayai Pendidikan Anak Korban Kecelakaan Kereta Bekasi

Melalui berbagai upaya perbaikan dan peningkatan layanan ini, Pertamina tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas layanan itu sendiri. Lebih dari itu, perusahaan juga secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan serta dalam mewujudkan distribusi energi yang lebih adil, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi bangsa Indonesia.