KabarDermayu.com – PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDI Group (CDIA) melaporkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada Kuartal I-2026, mencapai US$41,2 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh permintaan pasar yang tetap kuat dan ekspansi berkelanjutan pada platform infrastruktur yang dimiliki perusahaan.
Direktur CDI Group, Jonathan Kandinata, menjelaskan bahwa dalam tiga bulan pertama tahun 2026, CDIA berhasil mencatatkan *adjusted* EBITDA sebesar US$14,1 juta. Angka ini melonjak sangat tinggi, yaitu 125,4 persen secara *year-on-year*.
Pencapaian *adjusted* EBITDA yang impresif ini sebagian besar ditopang oleh pelaksanaan inisiatif strategis dan ekspansi aset yang telah dilakukan sejak tahun 2025. Inisiatif tersebut mencakup penambahan aset logistik, baik di sektor maritim maupun darat, serta peningkatan kapasitas energi surya.
Jonathan menekankan bahwa CDI Group terus menunjukkan kinerja yang tangguh dan eksekusi yang konsisten di berbagai kondisi pasar. Hal ini didukung oleh platform infrastruktur yang terintegrasi dan disiplin perusahaan dalam mengalokasikan modalnya.
Kinerja positif CDIA juga didukung oleh tingkat utilisasi aset yang tinggi. Selain itu, basis pendapatan berulang yang stabil dan peningkatan kontribusi dari pihak ketiga turut berkontribusi. Kondisi pasar logistik yang menguntungkan, termasuk kenaikan tarif spot kapal, memberikan tambahan keuntungan.
Berkat kinerja *top line* yang kuat di Kuartal I-2026, CDIA berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar US$9,5 juta.
Di sisi keuangan, CDI Group berhasil mempertahankan posisi yang kuat. Tingkat likuiditas perusahaan mencapai US$954,2 juta, dengan rasio utang terhadap kapitalisasi sebesar 39 persen. Posisi keuangan yang solid ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk menangkap peluang pertumbuhan di masa depan sekaligus menjaga ketahanan finansialnya.
Pada Kuartal I-2026, CDI Group juga memperkuat platform logistik maritimnya. Salah satu langkah strategisnya adalah penambahan Boreas, sebuah kapal tanker kimia dengan kapasitas 9.000 DWT. Kapal ini dikembangkan bekerja sama dengan Fukuoka Shipbuilding Co Ltd dari Jepang.
Boreas dirancang untuk melayani rute pelayaran domestik maupun internasional. Kapal ini dijadwalkan akan mulai beroperasi pada tahun ini. Kehadiran Boreas tidak hanya akan menambah kapasitas armada CDI Group, tetapi juga memperkuat posisinya di pasar Asia dan Eropa.
Lebih lanjut, Boreas diharapkan dapat mendukung pengembangan platform logistik regional yang lebih terintegrasi bagi CDI Group.
Baca juga di sini: Gojek Jelaskan Potongan Maksimal untuk Mitra Pengemudi
Di seluruh segmen bisnisnya, CDI Group secara konsisten dan berkelanjutan menjalankan strategi pertumbuhan. Fokus utamanya adalah pada ekspansi strategis yang bertujuan untuk memperkuat perolehan pendapatan berulang, meningkatkan integrasi antar aset, dan mendorong penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan.
Pada segmen energi, kapasitas tenaga surya CDI Group telah mencapai 11 MWp. Perusahaan juga sedang mengembangkan tambahan kapasitas sekitar 5 MWp yang direncanakan akan beroperasi pada tahun 2026.
Sementara itu, di segmen air, CDIA sedang mengembangkan kapasitas tambahan sebesar 600 liter per detik di Water Treatment Plant (WTP) Krenceng. Selain itu, fasilitas pengolahan air limbah dengan kapasitas 1.200 meter kubik per hari juga sedang dibangun di Cilegon untuk memperkuat platform air terintegrasi.
Untuk segmen pelabuhan dan penyimpanan, pengembangan infrastruktur yang didanai dari dana IPO terus berjalan sesuai rencana. Proyek-proyek ini mencakup pembangunan tangki penyimpanan, pipa etilena, dan fasilitas pendukung lainnya.
Pembangunan tangki bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di RPU juga terus berlanjut dan ditargetkan selesai pada tahun ini.
Ekspansi armada logistik juga terus dilakukan. Perusahaan menargetkan untuk memiliki 20 kapal di segmen gas, kimia, dan *dry bulk* hingga akhir tahun 2026. Langkah ini penting untuk mendukung permintaan dari pelanggan captive maupun pihak ketiga.
Jonathan menambahkan bahwa CDIA memasuki sisa tahun 2026 dengan posisi keuangan yang kuat. Perusahaan juga memiliki *pipeline* proyek yang solid dan basis pelanggan yang terus berkembang.
Per tanggal 31 Maret 2025, total aset CDI Group tercatat sebesar US$1,9 miliar, menunjukkan pertumbuhan sebesar 9 persen secara *year-to-date*. Jumlah ekuitas perusahaan mencapai US$1,14 miliar.
Jonathan menegaskan bahwa model infrastruktur terintegrasi yang diterapkan CDI Group terus menghasilkan pendapatan yang terlihat dan berskala. Hal ini didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi.
Portofolio tersebut menggabungkan pendapatan berulang yang stabil dengan eksposur yang selektif terhadap peluang berbasis pasar *spot*. Pendekatan ini memastikan perusahaan tetap tangguh sekaligus mampu menangkap peluang pertumbuhan di berbagai kondisi pasar.





