Pelatih PSBS Biak Akui Timnya Terdegradasi ke Championship

oleh -6 Dilihat
Pelatih PSBS Biak Akui Timnya Terdegradasi ke Championship

KabarDermayu.com – PSBS Biak harus menelan pil pahit setelah dipastikan terdegradasi dari kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia. Kekalahan telak 4-0 dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-31 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu 2 Mei 2026 petang, menjadi penentu nasib tim berjuluk Badai Pasifik tersebut.

Musim depan, PSBS Biak dipastikan akan berlaga di Championship atau kasta kedua kompetisi sepak bola nasional.

Pelatih sementara PSBS Biak, Kahudi Wahyu Widodo, memberikan pengakuan jujur mengenai penyebab kekalahan telak timnya. Menurutnya, faktor kebugaran fisik pemain menjadi kendala utama yang kemudian berdampak pada urusan taktik di lapangan.

“Secara taktikal kami bermasalah di transisi negatif dan itu salah satunya dipengaruhi faktor fisik. Kualitas fisik pemain Persebaya memang terlihat berada di atas kami,” ujar Kahudi dalam konferensi pers usai laga, seperti dilansir ANTARA.

Baca juga di sini: Gen Z dan Strategi Bertahan di Tengah Krisis Ekonomi

Kahudi menjelaskan bahwa ia sempat mencoba melakukan perubahan strategi pada babak kedua. Ia menginstruksikan skema tiga bek dan meminta pemain sayap untuk lebih agresif menekan pertahanan lawan.

Namun, instruksi tersebut sulit dijalankan secara konsisten karena tenaga para pemain sudah terkuras habis. “Strategi itu sebetulnya cukup efektif, tetapi sekali lagi faktornya adalah faktor fisik,” tambahnya.

Di sisi lain, Kahudi tidak segan melayangkan pujian kepada Persebaya Surabaya. Ia menilai skuat Bajol Ijo tampil sangat matang dan sabar dalam membongkar pertahanan PSBS.

“Selamat untuk Persebaya. Mereka bermain cukup sabar kemudian melakukan kombinasi yang luar biasa sehingga bisa membobol gawang kami empat gol,” katanya.

Meski hasil akhir sangat mengecewakan dan memastikan timnya turun kasta, Kahudi tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para penggawa Badai Pasifik. Ia menilai Dimas Galih dan kawan-kawan telah menunjukkan profesionalisme tinggi di tengah situasi sulit yang menghimpit klub.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemain saya. Semua tahu kondisi kami seperti apa, tapi sampai terakhir mereka tetap berjuang,” ucap Kahudi dengan nada bangga.

Senada dengan pelatihnya, kiper PSBS Biak, Dimas Galih Pratama, menegaskan bahwa seluruh pemain tidak menyerah begitu saja. “Kami sebagai pemain mewakili teman-teman sudah berusaha semaksimal mungkin. Hasilnya memang seperti itu, tapi kami sudah memberikan yang terbaik,” tutur Dimas.

Dengan hasil ini, PSBS Biak semakin terbenam di dasar klasemen dengan torehan 18 poin. Poin tersebut secara matematis sudah tidak mungkin lagi mengejar ketertinggalan untuk keluar dari zona degradasi.

Sementara itu, kemenangan ini membawa Persebaya Surabaya mengoleksi 51 poin dan berpeluang kokoh di peringkat empat besar klasemen sementara Super League 2025/2026.