Jakarta Terendam Banjir, 115 RT Terdampak Hingga Ketinggian 2,4 Meter

oleh -8 Dilihat
Jakarta Terendam Banjir, 115 RT Terdampak Hingga Ketinggian 2,4 Meter

KabarDermayu.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa sebanyak 115 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan masih tergenang banjir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 15 sentimeter hingga mencapai 2,4 meter.

Marulitua Sijabat, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, menjelaskan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Hujan deras mengakibatkan meluapnya beberapa sungai, antara lain Kali Krukut, Kali Grogol Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Keuangan, Kali Mampang, dan Kali Ciliwung. Luapan ini kemudian merendam permukiman warga.

Data terbaru yang dihimpun hingga Selasa pagi menyebutkan bahwa 115 RT dan empat ruas jalan di tiga wilayah Jakarta tersebut masih terendam banjir. Kondisi ini merupakan dampak dari hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Senin, 4 Mei 2026.

Kenaikan tinggi muka air terpantau di beberapa pos pemantauan. Pos Pesanggrahan mencatat kenaikan pada pukul 16.00 WIB dengan status Siaga 3. Pintu Air Pasar Ikan mengalami kenaikan pada pukul 19.00 WIB dengan status Siaga 2.

Baca juga: Guardiola Akui Kesulitan City Usai Ditahan Everton

Pos Depok dan Pos Angke Hulu juga melaporkan kenaikan tinggi muka air pada pukul 17.00 WIB dengan status Siaga 3. Pos Angke Hulu kemudian meningkat ke status Siaga 2 pada pukul 18.00 WIB, dan kembali naik ke status Siaga 1 pada pukul 20.00 WIB.

Selanjutnya, Pos Karet mencatat kenaikan pada pukul 19.00 WIB berstatus Siaga 3. Pos Cipinang Hulu dan Pos Sunter Hulu juga mengalami kenaikan pada pukul 20.00 WIB dengan status Siaga 3. Semua kenaikan muka air ini menyebabkan terjadinya genangan di berbagai wilayah DKI Jakarta.

Ketinggian air yang merendam permukiman warga dilaporkan mulai dari 15 cm hingga mencapai 240 cm atau 2,4 meter. BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel ke lapangan untuk terus memantau kondisi genangan di setiap wilayah.

Selain itu, BPBD DKI juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan penyedotan genangan air dan memastikan fungsi tali-tali air berjalan dengan baik.

BPBD DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan banjir. Apabila terjadi keadaan darurat, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi nomor telepon 112. Layanan darurat ini beroperasi selama 24 jam tanpa henti dan bersifat gratis.

Berikut adalah rincian sebaran banjir yang tercatat oleh BPBD DKI Jakarta pada Selasa pagi:

Jakarta Barat terdapat 15 RT yang terendam banjir, meliputi:

  • Kelurahan Kedaung Kali Angke: 3 RT
  • Kelurahan Rawa Buaya: 2 RT
  • Kelurahan Kedoya Selatan: 4 RT
  • Kelurahan Joglo: 1 RT
  • Kelurahan Kembangan Selatan: 5 RT

Jakarta Selatan terdapat 78 RT yang terendam banjir, meliputi:

  • Kelurahan Cilandak Barat: 1 RT
  • Kelurahan Pondok Labu: 1 RT
  • Kelurahan Tanjung Barat: 2 RT
  • Kelurahan Cipete Utara: 3 RT
  • Kelurahan Petogogogan: 37 RT
  • Kelurahan Bangka: 1 RT
  • Kelurahan Pela Mampang: 9 RT
  • Kelurahan Rawajati: 4 RT
  • Kelurahan Cilandak Timur: 3 RT
  • Kelurahan Pejaten Timur: 8 RT
  • Kelurahan Bintaro: 6 RT
  • Kelurahan Pesanggrahan: 2 RT
  • Kelurahan Ulujami: 1 RT

Jakarta Timur terdapat 22 RT yang terendam banjir, meliputi:

  • Kelurahan Bidara Cina: 4 RT
  • Kelurahan Kampung Melayu: 8 RT
  • Kelurahan Cawang: 7 RT
  • Kelurahan Cililitan: 3 RT

Penyebab banjir ini adalah curah hujan yang tinggi, yang mengakibatkan meluapnya Kali Krukut, Kali Grogol Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Keuangan, Kali Mampang, dan Kali Ciliwung.