5 Amalan Berpahala Setara Haji Jika Belum Mampu Berangkat

oleh -5 Dilihat
5 Amalan Berpahala Setara Haji Jika Belum Mampu Berangkat

KabarDermayu.com – Ibadah haji merupakan dambaan setiap Muslim dan termasuk rukun Islam yang wajib bagi mereka yang memiliki kemampuan secara fisik dan finansial. Namun, realitas menunjukkan tidak semua umat Islam memiliki kesempatan untuk menunaikannya, terutama karena keterbatasan biaya dan jarak yang jauh dari Tanah Suci, seperti yang dialami banyak masyarakat Indonesia.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk berkecil hati. Dalam ajaran Islam, terdapat berbagai amalan yang dapat dilakukan dengan pahala yang menyerupai ibadah haji. Scroll lebih lanjut yuk!

Hal ini menjadi bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya, agar tetap memiliki peluang meraih keutamaan besar sambil menanti kesempatan berangkat ke Makkah.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini lima amalan yang disebut memiliki pahala setara dengan ibadah haji:

1. Rutin Sholat Berjamaah di Masjid

Melaksanakan sholat lima waktu secara berjamaah di masjid menjadi amalan utama yang memiliki keutamaan besar.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa sholat berjamaah memiliki keutamaan 27 derajat dibandingkan sholat sendirian. Selain itu, terdapat keutamaan lain bagi mereka yang keluar rumah dalam keadaan suci untuk menunaikan sholat.

Baca juga: Kemendikbudristek Bantah Isu Guru Non-ASN Akan Diberhentikan

Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk menunaikan sholat fardhu akan diberikan pahala ibadah haji. Sementara orang yang keluar rumah untuk mengerjakan sholat dhuha dan tidak ada tujuan lain seperti itu maka akan diberikan pahala umrah,” (HR Abu Dawud).

2. Berbakti kepada Orang Tua

Berbuat baik kepada kedua orang tua juga termasuk amalan yang pahalanya sangat besar, bahkan disamakan dengan haji, umrah, dan jihad.

Dalam hadis dari Anas bin Malik RA disebutkan:

“Ada seseorang yang mendatangi Rasulullah SAW dan ia sangat ingin pergi berjihad namun tidak mampu. Rasulullah SAW bertanya padanya, ‘Apakah salah satu dari kedua orang tuanya masih hidup?’ Ia jawab, ‘Ibunya masih hidup.’ Rasul pun berkata padanya: ‘Bertakwalah pada Allah dengan berbuat baik pada ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya, maka statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad’.” (HR. Ath-Thabrani).

3. Berdzikir Setelah Sholat Subuh

Amalan lain yang memiliki keutamaan setara haji dan umrah adalah berdzikir setelah sholat subuh berjamaah hingga matahari terbit, kemudian dilanjutkan dengan sholat dua rakaat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa sholat subuh berjamaah, lalu duduk berdzikir kepada Allah SWT sampai terbit matahari, kemudian ia sholat dua rakaat, maka amalan itu sama dengan pahala menunaikan ibadah haji dan umrah secara sempurna, sempurna, dan sempurna,” (HR At Tirmidzi dan hasan menurutnya).

4. Menghadiri Majelis Ilmu di Masjid

Menuntut ilmu agama juga termasuk amalan yang sangat dianjurkan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.” (HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir).

5. Memiliki Niat Kuat untuk Berhaji

Niat yang tulus untuk menunaikan ibadah haji juga memiliki nilai pahala yang besar, meskipun belum terwujud karena adanya uzur.

Dalam sebuah hadis disebutkan:

“Sesungguhnya di Madinah ada beberapa orang yang tidak ikut melakukan perjalanan perang, juga tidak menyeberangi suatu lembah, namun mereka bersama kalian (dalam pahala). Padahal mereka tidak ikut berperang karena mendapatkan uzur sakit.” (HR. Muslim).

Dengan demikian, meskipun belum memiliki kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci, umat Islam tetap dapat meraih keutamaan besar melalui amalan-amalan tersebut. Konsistensi, keikhlasan, dan niat yang tulus menjadi kunci utama dalam meraih pahala yang dijanjikan.