Program Sukses Cetak Startup Disabilitas, Lulusannya Masuk Forbes

oleh -6 Dilihat
Program Sukses Cetak Startup Disabilitas, Lulusannya Masuk Forbes

KabarDermayu.com – Program SEED Inclusivity Demo Day baru-baru ini menampilkan berbagai inovasi teknologi yang dirancang khusus untuk membantu penyandang disabilitas. Acara ini merupakan bagian kedua dari rangkaian program SEED Inclusivity yang diprakarsai oleh Seedstar dengan dukungan dari Visa Foundation.

Berbeda dari acara teknologi pada umumnya, Demo Day kali ini memamerkan 17 startup teknologi yang berasal dari berbagai negara di Asia. Mereka menampilkan beragam solusi dan inovasi teknologi yang berfokus pada inklusi disabilitas di Jakarta.

Seedstars dan para startup yang terlibat dalam program ini bertujuan untuk menjangkau segmen pasar yang belum tergarap di kawasan Asia. Kawasan ini memiliki sekitar 690 juta penyandang disabilitas. Program ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan pendanaan di pasar yang memiliki potensi besar tersebut.

Hal ini terbukti dari 15 startup tahap pertama SEED Inclusivity yang telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dampaknya telah menjangkau hampir tiga juta orang dan berhasil mengumpulkan pendanaan lanjutan lebih dari US$12 juta.

Keberhasilan ini juga tercermin dari pengalaman alumni Rezki Achyana, pendiri dan CEO Parakerja. Ia berhasil masuk dalam daftar ‘Forbes 30 Under 30 Asia’ pada tahun 2024.

Sejak mengikuti program tahap pertama, platform penempatan kerja disabilitas yang didirikannya mengalami peningkatan pendapatan tahunan sebesar 42 persen. Pertumbuhan tim penuh waktu juga terlihat dari 9 menjadi 16 karyawan.

Menegaskan pencapaian tersebut, Archie Moberly, program lead SEED Inclusivity, menyatakan bahwa acara di Jakarta memperkuat keyakinan yang telah dibangun sejak awal program ini berjalan. Ia menekankan pentingnya menghilangkan hambatan bagi para pendiri disabilitas.

“Apa yang kami lihat di Jakarta menegaskan sesuatu yang telah kami ketahui sejak memulai program ini. Ketika hambatan antara para founder penyandang disabilitas dan sistem pendukung yang tersedia bagi wirausahawan lainnya dihilangkan, maka hasilnya akan berbicara akselerator asal India, Indonesia, dan negara Asia,” ujarnya.

Beberapa startup asal Indonesia memamerkan inovasi mereka yang siap menjawab kebutuhan pasar lokal. Startup tersebut antara lain:

Baca juga: Dampak PHK Massal Sektor Industri di 2026

  • PetaNetra: Menghadirkan navigasi berbasis AR dan AI untuk membantu penyandang tunanetra bergerak mandiri di area dalam ruangan (indoor).
  • Silang.id: Sebuah platform digital yang menghubungkan komunitas Tuli dengan penerjemah bahasa isyarat secara on-demand.
  • Karla Bionics: Mengembangkan perangkat bionik dan alat rehabilitasi melalui riset yang berfokus pada kebutuhan pengguna (user-centric).

Startup menarik lainnya termasuk Bioniks dari Pakistan yang menyediakan kaki palsu berbasis AI dengan harga terjangkau. Ada pula I-Stem dari India/USA yang menggunakan AI untuk membuka akses karir dan pendidikan digital bagi penyandang disabilitas.