Iran Dominasi Serangan di Timur Tengah, Pertanda Kemenangan?

oleh -6 Dilihat
Iran Dominasi Serangan di Timur Tengah, Pertanda Kemenangan?

KabarDermayu.com – Serangan udara yang dilancarkan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah dilaporkan menimbulkan kerusakan yang jauh lebih parah dibandingkan pengakuan resmi dari pemerintahan Donald Trump. Temuan ini terungkap dari analisis citra satelit yang dipublikasikan oleh media pemerintah Iran.

Investigasi yang juga diperkuat oleh laporan The Washington Post menemukan bahwa serangan Tehran telah menghancurkan sedikitnya 228 bangunan dan peralatan di fasilitas militer AS di kawasan tersebut sejak 28 Februari lalu. Analisis citra satelit menunjukkan bahwa sasaran serangan Iran mencakup hanggar pesawat, barak militer, depot bahan bakar, hingga sistem radar, komunikasi, dan pertahanan udara yang krusial di berbagai pangkalan AS.

Skala kerusakan yang sebenarnya juga diyakini jauh lebih besar dari angka yang diakui oleh pemerintah AS. Laporan tersebut mengutip pejabat AS yang menyatakan bahwa beberapa pangkalan militer di wilayah tersebut dianggap terlalu berbahaya untuk menampung personel dalam jumlah besar. Akibatnya, para komandan militer dilaporkan telah memindahkan sebagian besar pasukan mereka dari lokasi yang rentan terhadap serangan Iran.

Sejak perang dimulai, setidaknya tujuh personel militer AS dilaporkan tewas akibat serangan Iran di Timur Tengah. Enam dari mereka tewas di Kuwait, sementara satu lainnya di Arab Saudi. Selain itu, lebih dari 400 tentara lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Upaya Pengendalian Narasi

Sejak pertengahan Maret, perolehan citra satelit wilayah Timur Tengah dilaporkan menjadi semakin sulit. Dua perusahaan satelit besar, Vantor dan Planet Labs, dikabarkan telah mengikuti permintaan pemerintah AS untuk membatasi, menunda, atau menahan publikasi gambar satelit kawasan tersebut selama periode perang berlangsung.

Baca juga: Hantavirus Mengancam Penumpang Kapal Pesiar Mewah, Riwayat Istri Aktor Ternyata Pernah Terinfeksi

Pemerintah AS sendiri merupakan konsumen terbesar layanan citra satelit, menjadikannya pelanggan utama bagi kedua perusahaan tersebut. Kebijakan pembatasan yang dikeluarkan kurang dari dua pekan setelah perang dimulai ini membuat media mengalami kesulitan, bahkan hampir mustahil, untuk menilai dampak serangan balasan Iran secara independen.

Meskipun demikian, media pemerintah Iran secara rutin terus mengunggah citra satelit beresolusi tinggi wilayah Timur Tengah di media sosial sejak awal perang. Namun, gambar-gambar tersebut sempat mendapat perhatian terbatas karena adanya kekhawatiran akan potensi manipulasi.

Hasil Investigasi

Dalam investigasinya, The Washington Post meninjau ratusan gambar yang dirilis oleh media Iran. Media tersebut memverifikasi keaslian 109 gambar dengan membandingkannya menggunakan citra resolusi rendah dari sistem satelit Uni Eropa serta gambar resolusi tinggi milik Planet Labs saat data tersebut tersedia.

Hasil investigasi tersebut tidak menemukan adanya bukti bahwa citra yang dirilis oleh Iran telah dimanipulasi. Secara keseluruhan, laporan itu menyebutkan bahwa ada 217 bangunan dan 11 unit peralatan yang rusak atau hancur di setidaknya 15 lokasi militer AS di kawasan tersebut.

Para ahli yang meninjau analisis The Washington Post berpendapat bahwa kerusakan di berbagai lokasi tersebut mengindikasikan bahwa militer AS kemungkinan meremehkan kemampuan Iran dalam menentukan target serangan. Selain itu, militer AS dinilai belum cukup beradaptasi dengan perang drone modern dan membiarkan sejumlah pangkalan berada di bawah perlindungan yang minim.

“Serangan Iran sangat presisi. Tidak ada kawah acak yang menunjukkan serangan meleset,” ujar Mark Cancian, penasihat senior di Center for Strategic and International Studies sekaligus pensiunan kolonel Marinir AS.

Lokasi yang Jadi Sasaran

Salah satu lokasi yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan rudal dan drone Iran adalah fasilitas komunikasi satelit di Pangkalan Udara al-Udeid di Qatar. Sistem pertahanan rudal Patriot di pangkalan AS yang berlokasi di Bahrain dan Kuwait juga dilaporkan terkena serangan.

Analisis citra satelit juga menunjukkan adanya kerusakan pada antena satelit di markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. Selain itu, serangan juga terjadi pada pembangkit listrik di Camp Buehring, Kuwait, serta lokasi penyimpanan bahan bakar di sejumlah pangkalan lainnya.

Sementara itu, citra yang dirilis oleh Iran menunjukkan kerusakan yang lebih luas, termasuk pada radome atau kubah pelindung radar di pangkalan-pangkalan di Kuwait dan markas Armada Kelima AS. Iran juga mengklaim bahwa sistem pertahanan rudal THAAD di Yordania dan Uni Emirat Arab turut mengalami kerusakan.

Lebih lanjut, Iran menyebutkan bahwa fasilitas satelit kedua di Qatar, pesawat E-3 Sentry, dan pesawat tanker pengisian bahan bakar di Arab Saudi juga terkena dampak serangan tersebut.