KabarDermayu.com – Sebuah insiden tragis merenggut nyawa seorang prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di Jalan Nusantara Kilometer 12, Tanjungpinang, pada Jumat, 8 Mei 2026.
Kecelakaan maut ini melibatkan sebuah mobil Toyota Fortuner berwarna hitam dengan nomor polisi BK 1271 OH, yang dikemudikan oleh seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok. Kendaraan tersebut bertabrakan dengan sepeda motor Honda Beat hitam bernomor polisi BP 3612 QM.
Pengendara sepeda motor yang menjadi korban adalah seorang bintara dari Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Tanjungpinang, yang diidentifikasi dengan inisial MMS. Ia meninggal dunia seketika di lokasi kejadian akibat luka parah yang dideritanya.
Jenazah korban MMS kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang untuk penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Semen Indonesia Alokasikan Laba 2025 Rp 190,85 Miliar untuk Dividen
Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, mobil Fortuner tersebut diduga melaju dengan kecepatan sangat tinggi dari arah Kijang, Kabupaten Bintan, menuju Tanjungpinang. Saksi juga menyebutkan bahwa kendaraan tersebut terlihat melaju secara ugal-ugalan sebelum insiden tabrakan terjadi.
“Mobil yang dibawa kayaknya orang China karena tidak bisa bahasa Indonesia. Mobil dari arah Kijang menuju Tanjungpinang dan terlihat ugal-ugalan,” ujar Setiarwan, salah seorang saksi di lokasi kejadian pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Setiarwan menambahkan bahwa korban mengalami luka fatal hingga meninggal dunia di tempat kejadian perkara. “Pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian, anggota angkatan laut,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Unit Lalu Lintas (Kanit Lantas) Polresta Tanjungpinang, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Werry Wilson, menjelaskan kronologi kecelakaan tersebut. Menurutnya, kecelakaan berawal saat mobil Toyota Fortuner yang dikemudikan oleh WNA asal Tiongkok itu melaju dari arah Bintan menuju Tanjungpinang.
“Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga mencoba mendahului kendaraan lain dari sisi kanan hingga akhirnya keluar dari jalurnya,” jelas Iptu Werry.
Pada saat yang bersamaan, korban MMS datang dari arah yang berlawanan dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat. Akibatnya, tabrakan adu banteng yang tak terhindarkan pun terjadi.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pengemudi mobil Fortuner tersebut merupakan pekerja di kawasan industri Galang Batang, Kabupaten Bintan. Di dalam mobil itu juga terdapat tujuh WNA asal Tiongkok lainnya, yang diketahui merupakan rekan kerja dari pengemudi tersebut.
“Semua WNA asal Tiongkok, mereka bekerja sebagai subkontraktor di Kabupaten Bintan,” kata Iptu Werry.
Saat ini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tanjungpinang masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan maut yang merenggut nyawa prajurit TNI AL ini. (tvOnenews)





