Cara PPPK Kemayoran Sambut Ribuan Umat Buddha Jelang Waisak

oleh -6 Dilihat
Cara PPPK Kemayoran Sambut Ribuan Umat Buddha Jelang Waisak

KabarDermayu.com – Kawasan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) kembali menjadi pusat perhatian dengan penyelenggaraan Gema Waisak Pindapata Nasional 2026, menyambut ribuan umat Buddha menjelang Hari Raya Waisak 2570 BE.

Acara yang diinisiasi oleh Sangha Theravada Indonesia (STI) ini menghadirkan 78 Bhikkhu Sangha dan puluhan ribu umat Buddha. Mereka berpartisipasi dalam sebuah prosesi Pindapata yang penuh makna spiritual.

Prosesi Pindapata merupakan tradisi kuno yang berasal dari bahasa Pali. Kata ‘pinda’ berarti makanan, sementara ‘patta’ merujuk pada mangkuk makanan. Tradisi ini melambangkan praktik para Bhikkhu dalam mengumpulkan persembahan makanan dari umat.

Kegiatan ini berlangsung di kawasan PPK Kemayoran, tepatnya di Jalan Benyamin Sueb. Rutenya membentang dari Bundaran Mega Kemayoran (MGK) menuju Bundaran BNI, dan kembali ke titik awal.

Para Bhikkhu berjalan tanpa alas kaki, menerima persembahan puja dana dari ribuan umat Buddha yang hadir. Persembahan tersebut meliputi sandang, pangan, dan obat-obatan.

Ini merupakan kali ketiga kawasan Kemayoran menjadi tuan rumah bagi acara spiritual berskala nasional ini. Antusiasme umat Buddha terlihat jelas dalam setiap pelaksanaannya.

Mengusung tema nasional ‘Menapaki Jalan Mulia Bersumbangsih Bagi Negeri’, Gema Waisak Pindapata Nasional 2026 tidak hanya berfokus pada penguatan nilai-nilai spiritual semata.

Acara ini juga dirancang sebagai wujud aksi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Hal ini menunjukkan komitmen penyelenggara dalam mengintegrasikan spiritualitas dengan kepedulian sosial.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dimulai dengan persiapan spiritual pada 9 Mei. Puncak acara diselenggarakan pada 10 Mei, yang juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial.

Kegiatan sosial tersebut meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, dan penanaman Eco Enzym. Inisiatif ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan.

Direktur Utama PPK Kemayoran, Teddy Robinson Siahaan, menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan acara ini.

Ia menyatakan bahwa PPK Kemayoran sangat mendukung kegiatan Pindapata sebagai bagian dari tradisi spiritual yang mampu mempererat kebersamaan antarumat beragama.

“Ini menunjukkan bahwa Kawasan PPK Kemayoran tidak hanya berperan sebagai pusat bisnis dan acara internasional, tetapi juga menjadi alternatif pelaksanaan aktivitas keagamaan,” ujar Teddy dalam keterangannya pada Senin, 11 Mei 2026.

Hal ini membuktikan keberagaman kegiatan yang dapat diselenggarakan di kawasan PPK Kemayoran, menjadikannya ruang multifungsi yang inklusif.

Bhikkhu Dhammakaro Mahathera, selaku Ketua Umum Panitia Gema Waisak Pindapata Nasional 2026, menekankan pentingnya makna di balik tradisi Pindapata.

Beliau menjelaskan bahwa Pindapata mengajarkan nilai-nilai luhur seperti kedermawanan, kesederhanaan, serta semangat saling mendukung dalam kehidupan spiritual.

Baca juga: Pemerintah Daerah Diharap Kendalikan Lonjakan Harga Cabai Merah

“Tema pada kegiatan hari ini adalah menapaki jalan mulia bersumbangsih bagi negeri. Rangkaian Gema Waisak 2026 bukan hanya melalui Pindapata melainkan donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, Penyebaran eco enzyme,” jelasnya.

Beliau menambahkan bahwa Pindapata bukan sekadar ritual belaka, melainkan tradisi luhur yang telah hidup selama 2500 tahun dan terus dijalankan hingga kini.

Pindapata menjadi sarana bagi para Bhikkhu untuk menjalani jalan hidup mereka, sekaligus menjadi jalan bagi umat untuk melatih kedermawanan.

Momen ini secara khusus melatih umat dalam hal kesederhanaan, serta pentingnya saling mendukung dan menopang dalam perjalanan spiritual.

Kehadiran tokoh penting seperti Menteri Agama Nasaruddin Umar dan perwakilan Gubernur DKI Jakarta menjadi bukti nyata dukungan penuh dari pemerintah terhadap kegiatan keagamaan seperti ini.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan pandangannya mengenai makna Pindapata.

Beliau mengatakan bahwa Pindapata mengajarkan kesederhanaan, kebijaksanaan, dan welas asih melalui perjumpaan batin antara pemberi dan penerima.

Selain itu, Pindapata juga menjadi pengingat bahwa kebajikan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dirayakan saat momen Waisak.

“Pada kegiatan Pindapata ini, kita belajar tentang makna kesederhanaan dan kebijaksanaan. Pindapata bukan sekedar menerima makanan melainkan perjumpaan batin antara yang memberi dan menerima,” ujar Nasaruddin.

Beliau menekankan bahwa memberi dalam acara ini bukan sekadar memindahkan sesuatu dari tangan ke tangan, melainkan memindahkan kehangatan dari hati ke hati.

“Tema kali ini mengandung pesan sangat dalam bahwa jalan harus dijalani, kebajikan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Nasaruddin berharap Gema Waisak tidak hanya menjadi sebuah perayaan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya welas asih, kasih sayang, dan kebijaksanaan bagi bangsa.

Untuk mendukung kelancaran acara, pihak kepolisian memberlakukan pengalihan arus lalu lintas. Pengalihan ini dilakukan di sepanjang Jalan Benyamin Sueb, tepatnya dari Bundaran Mega Kemayoran (MGK) hingga Bundaran BNI.

Pengalihan arus berlaku pada hari Minggu, 10 Mei 2026, mulai pukul 03.00 hingga 15.00 WIB. Meskipun demikian, jalur lambat tetap dibuka untuk pengguna jalan.