KabarDermayu.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menunjukkan ketidaksenangannya terhadap sikap Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung yang meninggalkan ruangan saat dirinya sedang memberikan arahan.
Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial, diunggah pada akun TikTok @cecesunandar163 dan dikutip pada Selasa, 12 Mei 2026.
Saat sedang menyampaikan pidato dari mimbar, AHY menyadari bahwa Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung tidak berada di tempat. Ia sempat menghentikan ucapannya dan mengalihkan pandangan.
“Betul pak kepala balai? Eh pak kepala balai, di sini dulu eh mau kemana sih,” ujar AHY dalam video tersebut, menatap ke arah yang ditinggalkan oleh pejabat tersebut.
AHY kemudian memberikan isyarat dengan tangan, seolah meminta agar Kepala Balai tersebut kembali ke tempat duduknya dan mendengarkan arahan yang sedang disampaikannya.
Lebih lanjut, AHY mengungkapkan kekecewaannya dan mempertanyakan alasan Kepala Balai tersebut pergi. Ia menegaskan bahwa arahannya ditujukan untuk sang kepala balai.
“Saya bicara untuk bapak loh. Mau kemana tadi? No no Anda dengarkan saya dulu di sini. Gimana mau mendengarkan arahan kalau bapak nggak ada saya panggil gitu loh,” tegas AHY.
AHY juga menyebutkan bahwa ia telah memanggil Kepala Balai tersebut sebanyak dua kali, namun tidak mendapatkan respons. Ia pun kembali meminta agar pejabat tersebut duduk dan menyimak penjelasannya.
“Nggak bisa begitu duduk dulu, duduk yang baik dulu. Duduk pak. Saya dua kali manggil masalahnya kok nggak ada. Nggak usah nanti kita ke sana duduk aja dulu pak,” katanya.
Menko PMK itu kemudian menjelaskan tujuan dari arahannya. Ia ingin memberikan klarifikasi dan penguatan terkait paparan yang sebelumnya telah disampaikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung.
Baca juga: Bahlil: Indonesia Bangun Fasilitas Penyimpanan Minyak di KEK Sumatera, Potensi Jadi Pusat ASEAN
“Saya ulangi, saya mau refer bapak tadi. Bapak menyampaikan data, saya refer ini. Bapak mendengarkan supaya menjadi utuh. Ini kebijakan penting sekali. Justru saya mendukung bapak agar kita laksanakan dengan baik. Nanti itu bisa belakangan pak, saya juga sudah ngintip tadi. Nggak usah dipusingkan. Saya ingin kita itu fokus pada substansi,” pungkas AHY.





