Anggota DPR Puji Ketangguhan Energi Indonesia dan Capaian Pemerintah

by -21 Views
Anggota DPR Puji Ketangguhan Energi Indonesia dan Capaian Pemerintah

KabarDermayu.com – Anggota Komisi XII DPR RI, Dewi Yustisiana, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap ketangguhan Indonesia dalam menjaga ketahanan energi nasional. Penilaian ini sejalan dengan laporan lembaga keuangan internasional, JP Morgan, yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ketahanan energi paling kuat di dunia.

Dewi Yustisiana menyatakan bahwa capaian ini merupakan bukti keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas energi di tengah ketidakpastian kondisi global. Ia secara khusus juga memuji Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, atas konsistensinya dalam mengawal kebijakan sektor energi.

Peran Bahlil dinilai penting dalam memastikan ketersediaan pasokan energi serta menjaga agar kebijakan harga energi tetap berpihak kepada masyarakat luas. Hal ini menjadi krusial dalam menjaga daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Meskipun demikian, Dewi Yustisiana juga mengingatkan bahwa masih ada tantangan struktural yang perlu diatasi. Ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu isu utama yang memerlukan solusi jangka panjang.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan penguatan sektor hulu migas, peningkatan kapasitas kilang pengolahan minyak, serta percepatan program hilirisasi energi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar negeri.

Lebih lanjut, Dewi Yustisiana menekankan pentingnya penguatan ketahanan energi yang berkelanjutan. Diversifikasi sumber pasokan energi menjadi kunci utama, selain percepatan transisi menuju energi terbarukan. Tujuannya adalah agar Indonesia tidak hanya tangguh dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mandiri dan menjaga keberlanjutan energi untuk masa depan.

Pernyataan Dewi Yustisiana ini merespons laporan terbaru dari JP Morgan Asset Management, yang berjudul “Eye on the Market” dengan subjudul “Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026”. Laporan yang dirilis pada 21 Maret 2026 ini menempatkan Indonesia pada posisi kedua secara global dalam hal ketahanan energi.

Dalam daftar tersebut, Indonesia berhasil mengungguli sejumlah negara besar seperti Tiongkok dan Amerika Serikat. Penilaian ini didasarkan pada analisis terhadap 52 negara yang mencakup 82 persen konsumsi energi dunia.

JP Morgan menggunakan indikator yang disebut “total insulation factor”. Indikator ini merupakan ukuran komprehensif yang mengevaluasi kemampuan suatu negara dalam memenuhi kebutuhan energinya dari sumber domestik. Semakin tinggi skornya, semakin tangguh negara tersebut dalam menghadapi guncangan pasokan energi global.

Indonesia mencatatkan skor sebesar 77 persen dalam indikator ini. Angka tersebut hanya sedikit di bawah Afrika Selatan yang meraih skor 79 persen, namun berada di atas Tiongkok dengan 76 persen dan Amerika Serikat dengan 70 persen. Posisi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fondasi energi yang kuat dari dalam negeri.

Dominasi energi domestik menjadi penopang utama ketahanan energi Indonesia. Batu bara masih menjadi kontributor terbesar dalam bauran energi nasional, menyumbang sekitar 48 persen dari total konsumsi energi. Gas bumi menyusul dengan kontribusi 22 persen, sementara energi terbarukan berkontribusi sebesar 7 persen.

Baca juga di sini: Sorotan Pengamat di Balik Kinerja Positif Industri Tambang

Laporan JP Morgan juga menyoroti posisi Indonesia dalam konteks guncangan energi global. Indonesia dikelompokkan bersama negara-negara seperti Tiongkok, India, dan Afrika Selatan sebagai negara yang paling diuntungkan dari ketersediaan batu bara domestik saat terjadi gejolak pasokan energi dunia. Hal ini menegaskan peran penting sumber daya alam domestik dalam menjaga stabilitas energi nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.