Diplomat Asing Diminta Segera Keluar dari Ukraina Atas Peringatan Rusia

oleh -4 Dilihat
Diplomat Asing Diminta Segera Keluar dari Ukraina Atas Peringatan Rusia

KabarDermayu.com – Rusia secara resmi telah mengeluarkan peringatan kepada negara-negara asing untuk segera mengevakuasi para diplomat dan personel lainnya dari ibu kota Ukraina, Kyiv. Peringatan ini dikeluarkan menyusul potensi “serangan balasan” yang diumumkan oleh Rusia jika Ukraina melakukan tindakan provokatif selama perayaan Hari Kemenangan pada 9 Mei mendatang.

Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, sebuah nota diplomatik telah dikirimkan kepada seluruh perwakilan asing dan organisasi internasional yang terakreditasi. Nota tersebut merujuk pada pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia yang dirilis pada Senin, 4 Mei 2026.

Pernyataan tersebut juga menggarisbawahi pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang disampaikan pada hari yang sama. Nota diplomatik itu mendesak otoritas negara masing-masing serta pimpinan organisasi untuk menanggapi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia dengan “tanggung jawab penuh”.

Tujuannya adalah untuk memastikan “evakuasi tepat waktu” bagi seluruh personel diplomatik, staf lainnya, serta warga negara mereka yang berada di Kyiv. Nota itu secara eksplisit menyebutkan kemungkinan “serangan balasan yang tak terhindarkan” oleh Rusia terhadap Kyiv, termasuk “pusat pengambilan keputusannya”.

Ancaman ini secara khusus ditujukan jika Ukraina melakukan serangan selama rangkaian perayaan Hari Kemenangan yang dijadwalkan pada 9 Mei. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Zelenskyy sempat menyinggung soal parade Hari Kemenangan Rusia.

Dalam sebuah pidato di KTT Komunitas Politik Eropa ke-8 di Yerevan, Armenia, Zelenskyy sempat menyatakan bahwa Rusia mengumumkan akan menggelar parade Hari Kemenangan tahunan di Moskow tanpa melibatkan peralatan militer. Ia berpendapat bahwa ini adalah pertama kalinya terjadi dalam bertahun-tahun dan mengindikasikan ketidakmampuan Rusia untuk menggelar parade dengan peralatan militer, serta ketakutan mereka terhadap drone.

Sebelumnya, pada 29 April, Kementerian Pertahanan Rusia memang telah mengumumkan bahwa konvoi peralatan militer negara itu tidak akan berpartisipasi dalam parade militer tahun ini. Keputusan ini disebut disebabkan oleh “situasi operasional saat ini”.

Gencatan Senjata Sepihak

Rusia sebelumnya telah mengumumkan adanya gencatan senjata sepihak yang berlaku antara tanggal 8 hingga 9 Mei. Periode ini bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan Perang Dunia II di Moskow. Namun, Rusia juga melontarkan ancaman untuk melakukan “serangan rudal besar-besaran” ke Kyiv jika Ukraina melanggar gencatan senjata tersebut.

Menanggapi hal ini, Ukraina kemudian mengumumkan gencatan senjata mereka sendiri yang dijadwalkan antara tanggal 5 hingga 6 Mei. Pihak Ukraina menyatakan bahwa upaya Moskow untuk mengharapkan kepatuhan terhadap gencatan senjata selama hari libur militer Rusia dianggap “tidak serius”.

Kementerian Pertahanan Rusia melalui unggahan di layanan pesan yang didukung negara, MAX, menyatakan bahwa “Sesuai dengan keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia, Vladimir Putin, gencatan senjata telah diumumkan mulai 8 Mei hingga 9 Mei 2026… Kami berharap pihak Ukraina akan mengikuti langkah ini.”

Namun, pernyataan tersebut juga disertai dengan ancaman tegas. “Jika rezim Kyiv mencoba melaksanakan rencana kriminalnya untuk mengganggu perayaan peringatan ke-81 Kemenangan dalam Perang Patriotik Besar, Angkatan Bersenjata Rusia akan melancarkan serangan rudal balasan besar-besaran ke pusat Kyiv,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Peringatan itu ditujukan langsung kepada warga sipil Kyiv dan juga karyawan misi diplomatik asing. “Kami memperingatkan penduduk sipil Kyiv dan karyawan misi diplomatik asing tentang perlunya segera meninggalkan kota.”

Baca juga: Primbon Jawa 2026: 10 Weton Beruntung Naik Derajat dan Banjir Rezeki

Tradisi Rusia memperingati Hari Kemenangan Perang Dunia II setiap tahunnya selalu diwarnai dengan parade militer besar-besaran yang digelar di Lapangan Merah. Pernyataan Presiden Zelenskyy mengenai ketidakseriusan gencatan senjata tersebut dan ketakutan Rusia terhadap drone Ukraina menjadi sorotan tersendiri di tengah situasi yang semakin memanas.