Doa Saat Melihat Ka’bah yang Menggetarkan Hati

oleh -7 Dilihat
Doa Saat Melihat Ka'bah yang Menggetarkan Hati

KabarDermayu.com – Bulan Dzulhijjah menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah haji, sebuah perjalanan spiritual yang diimpikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Pada momen yang penuh keberkahan ini, jutaan jamaah dari berbagai belahan bumi mulai berdatangan dan memadati Tanah Suci, khususnya kota Makkah, untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Perjalanan menuju Tanah Suci ini tidak hanya sekadar ibadah fisik semata, melainkan juga sebuah perjalanan batin yang kaya akan makna spiritual. Seiring dengan kedatangan para jamaah, suasana di Masjidil Haram semakin terasa haru dan penuh kekhusyukan.

Terlebih lagi, momen pertama kali melihat Ka’bah seringkali menjadi pengalaman yang sangat menyentuh hati. Banyak jamaah yang tak kuasa menahan air mata, merasakan kedekatan yang begitu mendalam dengan Allah SWT.

Dalam tradisi keilmuan Islam, para ulama sangat menganjurkan umat Muslim untuk memanfaatkan momen melihat Ka’bah dengan memperbanyak doa. Waktu ini diyakini sebagai saat yang mustajab untuk memohon segala hajat kepada Allah SWT.

Mengutip dari sumber NU Online pada Rabu, 6 Mei 2026, doa yang diajarkan untuk dibaca saat pertama kali melihat Ka’bah tercantum dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Hajji karya Imam An-Nawawi. Doa yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

Baca juga: Aset BSN Melonjak Lebih dari 2.000 Persen Mencapai Rp73 Triliun, Laba Bersih Meningkat 313,85 Persen

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرّفَهُ وَكَرّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِاعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا

Bacaan latinnya adalah: Allāhumma zid hādzal bayta tasyrīfan wa ta‘zhīman wa takrīman wa mahābatan, wa zid man syarrafahū wa karramahū min man hajjahū aw i’tamarahū tasyrīfan wa takrīman wa ta‘zhīman wa birran.

Artinya adalah: “Ya Allah, tambahkan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kehebatan pada Baitullah ini. Tambahkan juga kemuliaan, kehormatan, keagungan, dan kebaikan untuk orang-orang berhaji atau berumrah yang memuliakan dan menghormati Ka’bah.”

Doa ini mengandung harapan agar Ka’bah senantiasa dimuliakan oleh Allah SWT. Selain itu, doa ini juga menjadi permohonan agar setiap jamaah yang hadir mendapatkan keberkahan yang melimpah dalam ibadahnya.

Selain doa tersebut, terdapat pula doa lanjutan yang sangat dianjurkan untuk dibaca ketika berada tepat di hadapan Ka’bah. Doa ini adalah:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ.

Bacaan latinnya adalah: Allāhumma antas salām, wa minkas salām, fa hayyinā rabbanā bis salām.

Artinya adalah: “Ya Allah, Engkau adalah keselamatan. Dari-Mu keselamatan berasal. Wahai Tuhan kami, berikan kehormatan pada kami melalui keselamatan.”

Doa ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan sejati hanya datang dari Allah SWT. Dalam rangkaian ibadah haji yang seringkali panjang dan penuh tantangan, permohonan akan keselamatan menjadi aspek yang sangat krusial bagi setiap jamaah.

Di musim haji seperti saat ini, membaca doa saat melihat Ka’bah merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Momen ini bukan semata-mata tentang melihat sebuah bangunan suci, tetapi lebih kepada menghadirkan hati yang penuh harap dan doa kepada Sang Pencipta.

Bagi umat Islam yang belum memiliki kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, doa ini juga dapat menjadi sebuah bentuk kerinduan dan pengharapan kepada Tanah Suci. Pada hakikatnya, ibadah haji mengajarkan nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, dan ketundukan total kepada Allah SWT. Dengan memahami dan mengamalkan doa-doa yang diajarkan, setiap langkah dalam ibadah haji akan terasa semakin bermakna dan penuh dengan limpahan keberkahan.