Dorong Penyerapan Kerja dan Hilirisasi, Proyek CA-EDC Capai 66 Persen

oleh -3 Dilihat
Dorong Penyerapan Kerja dan Hilirisasi, Proyek CA-EDC Capai 66 Persen

KabarDermayu.com – PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), melalui anak usahanya PT Chandra Asri Alkali (CAA), mengumumkan bahwa pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai progres 66 persen.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group, Suryandi, menyatakan bahwa capaian ini menandai masuknya proyek ke tahap pengembangan infrastruktur logistik utama.

Infrastruktur tersebut merupakan bagian penting dari persiapan operasional fasilitas berskala dunia yang sedang dibangun.

Saat ini, pembangunan proyek fokus pada fase konstruksi jetty dan tangki penyimpanan. Fasilitas ini akan mendukung kelancaran distribusi, penyimpanan, serta pengelolaan logistik produk Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (EDC).

Infrastruktur yang terintegrasi ini juga diharapkan dapat memperkuat konektivitas rantai pasok industri kimia, baik di tingkat nasional maupun regional.

“Pembangunan Pabrik CA-EDC kini memasuki fase pengembangan infrastruktur logistik utama yang akan menjadi bagian penting dalam mendukung distribusi dan pengelolaan rantai pasok bahan kimia strategis,” ujar Suryandi dikutip dari keterangannya pada Minggu, 10 April 2026.

Ia menambahkan, pengembangan infrastruktur yang terintegrasi dipandang sebagai elemen krusial dalam membangun ekosistem industri kimia nasional. Ekosistem ini diharapkan lebih efisien, kompetitif, dan berdaya saing.

Selama fase konstruksi, proyek ini telah melibatkan sekitar 3.000 tenaga kerja. Proyeksi ke depan, sekitar 250 lapangan kerja baru akan tercipta ketika fasilitas ini beroperasi penuh pada kuartal pertama tahun 2027.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pertumbuhan yang inklusif, Chandra Asri Group turut melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Keterlibatan ini mencakup berbagai kebutuhan dalam rantai pasok dan operasional proyek.

Keterlibatan UMKM lokal diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar operasional Perseroan.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan Pabrik CA-EDC sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Penetapan ini didasarkan pada peran pentingnya dalam memperkuat industri kimia nasional.

Selain itu, proyek ini juga mendukung hilirisasi dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Investasi dalam proyek ini didukung oleh pengalaman Chandra Asri Group yang telah lebih dari 32 tahun menjadi tulang punggung industri petrokimia nasional.

Perusahaan memiliki komitmen kuat untuk terus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.

Pabrik CA-EDC dirancang untuk memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat terhadap bahan kimia dasar strategis.

Pada tahap awal operasional, fasilitas ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 827 ribu ton soda kaustik per tahun dan 500 ribu ton EDC per tahun.

Produksi soda kaustik dari fasilitas ini diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Hal ini juga akan memperkuat keandalan pasokan bahan baku bagi berbagai sektor industri nasional.

Dalam jangka panjang, kapasitas produksi soda kaustik ini berpotensi menggantikan impor hingga sekitar 827 ribu ton per tahun.

Nilai substitusi impor tersebut diperkirakan mencapai USD 293 juta.

Sementara itu, produksi EDC akan diarahkan untuk pasar ekspor.

Produksi EDC diharapkan dapat membuka potensi devisa hingga US$300 juta per tahun.

Hal ini sekaligus akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kimia regional.

Melalui pembangunan Pabrik CA-EDC, Chandra Asri Group terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pengembangan industri hilir kimia nasional.

Baca juga: Strategi India dan China Hadapi Krisis Energi Asia: Berbeda di Tengah Penutupan Selat Hormuz

Proyek ini juga bertujuan meningkatkan ketahanan pasokan bahan kimia strategis, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.