KabarDermayu.com – Menjelang perayaan kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2026, sebuah acara lari massal bertajuk Sabana Fun Run 5K (SFR5K) siap digelar di berbagai kota di Indonesia.
Acara ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan sebuah inisiatif multifaset yang menggabungkan aktivitas fisik, perayaan ulang tahun perusahaan, dan dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Peluncuran resmi Sabana Fun Run 5K dilaksanakan di Jakarta Timur pada Rabu, 29 April, bertepatan dengan momen penting pengenalan identitas dan logo baru dari Sabana Group.
Haji Syamsalis, selaku Owner dan Founder Sabana Group, menegaskan bahwa perubahan identitas ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjadi benteng ekonomi kerakyatan.
“Sabana hadir sebagai benteng ekonomi yang menjaga kedaulatan ekonomi mikro-nasional dan menyokong ribuan pengusaha kecil sebagai tulang punggung bangsa,” ujar Haji Syamsalis dalam sambutannya.
Dari perspektif olahraga, SFR5K dirancang untuk menarik partisipasi luas dari berbagai komunitas lari di seluruh penjuru negeri.
Lebih dari sekadar aktivitas rekreasi, acara ini juga diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal di setiap lokasi penyelenggaraan.
Ali Amril, CEO QUPRO Indonesia sekaligus Chairman AKSI, menjelaskan lebih lanjut mengenai konsep simbiosis mutualisme dalam acara ini.
“Acara ini menjadi katalis eksposur masif yang memicu lonjakan transaksi di tingkat akar rumput tempat gerai mitra beroperasi. Ini adalah simbiosis mutualisme; publik mendapat ruang rekreasi, UMKM mendapat eskalasi bisnis yang terstruktur,” terangnya.
Aspek kepedulian sosial juga menjadi pilar penting dalam penyelenggaraan SFR5K.
Melalui Sabana Foundation, setiap partisipasi peserta diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung bagi keberlanjutan usaha para mitra UMKM.
Baca juga di sini: Pertamina Trans Kontinental Hadir di Kampus untuk Tingkatkan Talenta Maritim
“Sabana Fun Run adalah bentuk nyata kolaborasi kemanusiaan dan olahraga. Melalui Sabana Foundation, kami memastikan setiap partisipasi publik memberikan dampak sosial langsung bagi keberlangsungan hidup mitra mikro sebagai pilar ekonomi keluarga,” ungkap Muhammad Haden Aulia Husein, Direktur Sabana Foundation sekaligus Project Director SFR5K.
Secara teknis, acara lari ini akan dilangsungkan secara serentak pada bulan Agustus mendatang.
Jakarta akan menjadi tuan rumah utama dengan estimasi target 5.000 peserta di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Selain Jakarta, lima kota besar lainnya juga akan turut meramaikan rangkaian SFR5K, yaitu Bandung, Pekanbaru, Padang, Palembang, dan Surabaya.
Setiap kota di luar Jakarta diproyeksikan akan diikuti oleh 500 hingga 1.000 peserta.
Lintasan sepanjang 5 kilometer telah disiapkan untuk menampung ribuan pelari dari ratusan komunitas lari yang diperkirakan akan hadir.
Fayaddafa Najwan, Technical and Race Director SportQu, menekankan pentingnya standar lintasan dan manajemen massa yang baik.
“Pendaftaran resmi dibuka hari ini melalui portal run.sabana.co.id. Fokus kami adalah standar lintasan dan manajemen massa yang presisi guna menjamin kenyamanan pelari di lapangan,” jelas Fayaddafa.
Periode pendaftaran early bird telah dibuka mulai tanggal 29 April hingga 17 Mei 2026.
Tersedia pula skema khusus bagi komunitas untuk mendorong partisipasi yang lebih luas lagi.





