Hilirisasi Perkuat Kedaulatan Energi dan Tingkatkan Pemasukan Negara

oleh -4 Dilihat
Hilirisasi Perkuat Kedaulatan Energi dan Tingkatkan Pemasukan Negara

KabarDermayu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah untuk menghentikan ekspor sumber daya alam (SDA) mentah. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya proses hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi.

Bahlil, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, menjelaskan bahwa hilirisasi bukan sekadar kebijakan, melainkan instrumen strategis. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan energi nasional, memaksimalkan nilai kekayaan alam, serta mengurangi ketergantungan pada produk impor.

“Kita tidak boleh lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah. Hilirisasi harus menjadi alat untuk memperkuat kedaulatan energi, memperbesar penerimaan negara, membuka lapangan kerja, dan memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar dinikmati oleh rakyat Indonesia,” ujar Bahlil dalam keterangannya pada Kamis, 30 April 2026.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Bahlil memastikan bahwa setiap proyek hilirisasi memiliki dasar perencanaan yang matang. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya peletakan batu pertama atau groundbreaking sejumlah proyek strategis. Tindakan ini merupakan tindak lanjut konkret dari studi kelayakan atau feasibility study (FS) yang telah disusun secara cermat oleh Satgas Hilirisasi.

Setelah kajian dan penyusunan FS rampung, tahapan selanjutnya diserahkan kepada BPI Danantara untuk dieksekusi menjadi proyek investasi strategis nasional. Dengan demikian, groundbreaking proyek tahap I dan II menjadi penanda nyata keberhasilan Satgas Hilirisasi dalam memasuki fase implementasi di lapangan.

Bahlil menekankan bahwa proyek hilirisasi yang telah di-groundbreaking ini menunjukkan bahwa kerja Satgas Hilirisasi tidak berhenti pada tahap kajian. Proyek-proyek tersebut langsung ditindaklanjuti menjadi inisiatif nyata yang diharapkan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.

“FS yang disusun Satgas menjadi landasan penting agar setiap proyek hilirisasi berjalan dengan hitungan yang matang, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi negara serta rakyat Indonesia,” tegas Bahlil.

Menurutnya, Satgas Hilirisasi memiliki tugas utama untuk memastikan proyek-proyek hilirisasi memiliki dasar perencanaan yang kuat. Sementara itu, tahap eksekusi dan investasi selanjutnya menjadi tanggung jawab Danantara, sehingga implementasinya dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

“Begitu FS selesai, proyek-proyek itu masuk ke tahap implementasi dan menjadi tugas Danantara untuk memastikan investasi berjalan, proyek terealisasi, dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” jelas Bahlil.

Sebagai gambaran, pada tahap pertama groundbreaking yang dilaksanakan pada 6 Februari 2026, sektor ESDM mencakup beberapa proyek strategis. Di antaranya adalah pembangunan smelter alumina menjadi aluminium dan bauksit menjadi smelter-grade alumina di Mempawah. Selain itu, juga terdapat fasilitas produksi bioavtur dari used cooking oil di Cilacap, serta fasilitas produksi bioetanol di Banyuwangi.

Sementara itu, pada tahap kedua, proyek-proyek strategis sektor ESDM yang masuk dalam rencana meliputi pembangunan fasilitas kilang gasolin di Cilacap dan Dumai. Rencana ini juga mencakup pembangunan tangki operasional penyimpanan BBM di Palaran, Biak, dan Maumere.

Lebih lanjut, tahap kedua juga akan mencakup pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim. Ada pula rencana manufaktur baja nirkarat dari nikel di Morowali, serta produksi slab baja karbon dari bijih besi lokal di Cilegon.

Pengembangan ekosistem aspal Buton juga menjadi bagian dari proyek tahap kedua ini. Selain itu, hilirisasi tembaga dan emas di Gresik menjadi fokus penting. Terakhir, pengolahan minyak sawit menjadi produk hilir oleofood dan biodiesel di Sei Mangkei juga direncanakan dalam tahap ini.

Baca juga di sini: Perdana Menteri Jepang Akui Lelah Akibat Beban Kerja, Ingin Waktu Istirahat Lebih Banyak

Dengan serangkaian langkah ini, pemerintah melalui Kementerian ESDM berupaya keras untuk mewujudkan kedaulatan energi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi sumber daya alam.