KabarDermayu.com – Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Selasa mendesak Uni Emirat Arab (UEA) untuk menghentikan sekutu dengan pihak-pihak yang dianggap memusuhi Iran. Teheran juga memberikan peringatan kepada Abu Dhabi bahwa Iran berhak memberikan respons yang setimpal.
Dalam sebuah pernyataan yang dilansir oleh Fars, Kemlu Iran menilai bahwa Abu Dhabi telah mengizinkan wilayahnya digunakan secara luas untuk melancarkan serangan yang menargetkan Teheran. Serangan terbaru ini melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Kementerian tersebut memberikan peringatan kepada UEA agar tidak melanjutkan apa yang disebutnya sebagai “tindakan destruktif yang berkolusi dengan pihak-pihak bermusuhan”. Peran UEA sebagai tuan rumah pangkalan dan peralatan militer pihak lawan dinilai tidak hanya berkontribusi terhadap agresi terhadap Iran, tetapi juga berpotensi menimbulkan konsekuensi serius bagi perdamaian dan stabilitas kawasan.
Iran menyebut bahwa pada akhir Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan militer tanpa provokasi terhadap negaranya. Dalam gelombang serangan pertama tersebut, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, dilaporkan tewas. Serangan itu juga disebut menyebabkan ribuan korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, serta sejumlah komandan dan pejabat militer.
Sebagai balasan, Iran mengaku telah meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone ke wilayah yang diduduki Israel serta pangkalan militer AS di beberapa negara kawasan. Teheran menegaskan bahwa serangan yang dilakukannya hanya menyasar aset dan pangkalan Amerika, dan tidak bermaksud memicu konflik dengan negara-negara Arab.
Iran juga menuntut kompensasi dari lima negara Arab. Kelima negara tersebut adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Yordania, yang dituding terlibat dalam operasi militer AS-Israel terhadap Iran.
Menurut Kemlu Iran, sejumlah alutsista militer AS seperti drone MQ-9 dan MQ-4C, pesawat patroli maritim P-8A, AWACS, pembom B-1, serta jet tempur F-22, F-15, F-16, dan F-35, disebut menggunakan wilayah negara-negara Arab Teluk Persia untuk menyerang Iran.
Kementerian tersebut juga mengecam otoritas Emirat yang menuduh Iran menargetkan negara Arab. Teheran menegaskan bahwa setiap tindakan balasan Iran semata-mata diarahkan pada target yang dianggap bermusuhan di dalam wilayah Emirat.
Tuduhan tersebut dinilai tidak berdasar dan sejalan dengan narasi Amerika Serikat. Selain itu, tuduhan tersebut disebut bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Iran telah menunjukkan pengekangan maksimal, mengadopsi pendekatan yang bertanggung jawab demi menghormati kepentingan bersama kawasan dan komunitas Muslim,” tegas pernyataan tersebut.
Baca juga: Ahmad Dhani: Akun IG Diretas, Ini Pembunuh Bayaran
Kementerian menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Republik Islam “tidak akan ragu mengambil langkah yang diperlukan dan tepat untuk membela kepentingan serta keamanan nasionalnya.”





