Kelme Akui Kesalahan dan Janji Tingkatkan Kualitas Jersey Timnas

oleh -5 Dilihat
Kelme Akui Kesalahan dan Janji Tingkatkan Kualitas Jersey Timnas

KabarDermayu.com – Peluncuran jersey baru Timnas Indonesia yang seharusnya menjadi momen kebanggaan justru menuai gelombang kritik dari publik. Antusiasme tinggi para suporter terhadap identitas visual skuad Garuda berujung pada sorotan tajam, tidak hanya pada desainnya, tetapi juga kualitas produksinya yang dinilai belum memenuhi standar.

Respons atas kritik tersebut datang langsung dari Kelme Indonesia. Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @kelme.id, mereka menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan komitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

“Terima kasih atas perhatian dan masukan yang diberikan. Kelme Indonesia memahami besarnya harapan publik terhadap jersey Timnas Indonesia,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Kelme mengakui bahwa jersey tim nasional memang selayaknya dihadirkan dengan kualitas terbaik dalam setiap detailnya. Mereka juga menyampaikan penyesalan atas kekurangan yang dirasakan oleh para konsumen.

“Kami sepakat jersey kebanggaan bangsa layak hadir dengan kualitas terbaik di setiap detailnya. Kami menyesalkan adanya kejadian yang belum sesuai harapan dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” lanjut pernyataan itu.

Dalam klarifikasinya, Kelme mengungkapkan bahwa proses evaluasi tengah berjalan, termasuk aspek yang paling banyak disorot publik, yaitu detail nama dan nomor pada jersey.

“Saat ini kami tengah melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk kendala pada detail nama dan nomor pada jersey. Kami terus melakukan evaluasi terhadap komponen identitas jersey demi menjaga kualitas produk,” tulis mereka.

Mereka juga menjanjikan solusi konkret yang akan diumumkan melalui kanal resmi mereka dalam waktu dekat.

“Terima kasih atas kepercayaannya. Kami berkomitmen untuk terus berbenah dan selalu berusaha memberikan yang terbaik,” tutup pernyataan tersebut.

Kritik terhadap jersey terbaru Timnas Indonesia ini memang mengalir deras sejak pertama kali diluncurkan. Sejumlah warganet menyuarakan kekecewaan mereka di media sosial.

Jersey terbaru Timnas Indonesia secara resmi diperkenalkan dalam acara “Leave Your Mark” yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 12 Maret 2026. Peluncuran ini sontak memicu perdebatan luas di jagat maya.

Banyak warganet yang menilai desain jersey tersebut kurang menarik. Bahkan, ada yang berani membandingkannya dengan produk apparel lokal yang dianggap lebih unggul.

“Kalo masalah desain, mending brand lokal,” tulis salah seorang warganet, menyuarakan pendapatnya.

Komentar serupa juga datang dari pengguna media sosial lainnya. “Lebih bagus baju partai dari pada jersey ini,” timpalnya, menunjukkan ketidakpuasan terhadap desain jersey timnas.

Di luar soal desain dan kualitas, polemik juga merembet ke harga yang ditawarkan. Jersey versi player issue dibanderol dengan harga Rp1.449.000, sementara versi replika dijual seharga Rp749.000.

Pengamat sepak bola ternama, Justinus Lhaksana, yang akrab disapa Coach Justin, menilai harga tersebut tidak sebanding dengan daya beli masyarakat Indonesia.

“Tapi harganya untuk gua enggak make sense. 1,5 juta itu tidak masuk akal,” ujarnya, mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap patokan harga tersebut.

Ia kemudian membandingkan harga jersey Timnas Indonesia dengan jersey tim nasional dari brand global ternama seperti Adidas. Menurut Coach Justin, harga tersebut mungkin relevan di negara asal brand tersebut, namun tidak demikian di Indonesia.

“Di negaranya sendiri, di Eropa lah atau Amerika, 2 juta itu kecil. Orang Jerman gajinya average mungkin 2.500 euro. Beli jersey 2 juta itu nothing,” jelasnya, memberikan ilustrasi perbandingan.

Menurut Coach Justin, kondisi ekonomi di Indonesia sangat berbeda jauh. Oleh karena itu, harga jersey Timnas seharusnya lebih disesuaikan dengan kemampuan dan daya beli masyarakat Indonesia.

Kritik tak hanya datang dari segi desain dan harga, tetapi juga dari segi pelayanan dan distribusi produk. Bung Harpa, seorang kreator konten sepak bola, menyoroti kesiapan distribusi produk yang menurutnya masih perlu ditingkatkan.

Ia mengaku mengalami kendala saat mencoba membeli jersey, terutama terkait ketersediaan name set untuk jersey tandang yang ternyata sulit didapatkan.

“Kompatibelnya adalah harga dan juga kualitas dan juga pelayanan, ini menurut gua sih sangat kurang,” ujar Bung Harpa, merangkum kritiknya.

Baca juga: Transaksi Kripto RI Melonjak di Tengah Gejolak Pasar

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa produsen jersey belum sepenuhnya siap menghadapi tingginya antusiasme publik terhadap produk Timnas Indonesia. Hal ini menjadi catatan penting bagi Kelme untuk segera melakukan perbaikan.