Lima Negara Investor Terbesar RI Kuartal I 2026, Jabar Jadi Prioritas

by -12 Views
Lima Negara Investor Terbesar RI Kuartal I 2026, Jabar Jadi Prioritas

KabarDermayu.com – Indonesia berhasil menarik minat investor asing yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2026, dengan lima negara tercatat sebagai penyumbang investasi terbesar. Kinerja positif ini menegaskan peran penting investor internasional dalam menggerakkan roda perekonomian nasional yang terus menunjukkan tren peningkatan.

Menurut data resmi yang dirilis oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total realisasi investasi dari negara-negara asing pada periode Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp250 triliun. Angka ini merupakan kontribusi sebesar 50,01 persen dari keseluruhan investasi yang berhasil dihimpun di tanah air sepanjang kuartal pertama tahun 2026.

Singapura memimpin daftar negara dengan penanaman modal terbesar di Indonesia hingga Maret 2026. Nilai investasi yang ditanamkan oleh Singapura mencapai US$4,6 miliar, yang jika dikonversikan dengan asumsi kurs yang berlaku saat itu, setara dengan sekitar Rp75,9 triliun.

Baca juga di sini: Harlah ke-66 IKA PMII Indramayu: Kenangan dan Kontribusi Nyata untuk Bangsa

Di urutan kedua, Hong Kong juga menunjukkan komitmen investasinya dengan menanamkan modal sebesar US$2,7 miliar. Menyusul di posisi ketiga, Tiongkok turut berpartisipasi dalam mendorong perekonomian Indonesia dengan mengucurkan dana investasi sebesar US$2,2 miliar ke berbagai sektor yang dianggap strategis.

Posisi keempat ditempati oleh Amerika Serikat, yang merealisasikan investasi senilai US$1,3 miliar. Sementara itu, Jepang melengkapi jajaran lima besar negara penyumbang investasi terbesar di Indonesia dengan total nilai investasi mencapai US$1 miliar.

Secara keseluruhan, aliran investasi asing pada kuartal I 2026 ini mayoritas tersalurkan ke sektor industri logam dasar dan produk turunannya. Sektor ini berhasil menyerap investasi senilai US$3,7 miliar, yang mencakup sekitar 24,5 persen dari total keseluruhan investasi asing yang masuk ke Indonesia pada periode tersebut.

Selain industri logam, sektor pertambangan juga menjadi magnet investasi yang kuat, dengan total nilai yang berhasil dihimpun mencapai US$1,1 miliar. Sektor properti, termasuk pembangunan perumahan dan kawasan industri, juga tidak ketinggalan, berhasil menarik investasi sekitar US$900 juta.

Jika dilihat dari sebaran wilayah, Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi utama para investor. Wilayah ini mencatat nilai investasi yang sangat besar, yaitu mencapai US$3,1 miliar. Setelah Jawa Barat, daerah tujuan investasi berikutnya yang signifikan adalah Jakarta dan Sulawesi Tengah.

Secara agregat, total realisasi investasi nasional pada kuartal I 2026 berhasil mencapai angka Rp498,8 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sekaligus mengindikasikan tren positif dan keberlanjutan dalam iklim investasi di Indonesia.

Peningkatan investasi ini juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor industri di Indonesia. Tercatat sebanyak 706.569 tenaga kerja berhasil diserap, yang merupakan peningkatan sebesar 18,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dominasi kontribusi dari lima negara besar tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi yang strategis di kawasan regional. Pemerintah terus berupaya untuk mendorong masuknya investasi yang berkualitas guna memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan di masa depan.

No More Posts Available.

No more pages to load.