KabarDermayu.com – Aktris dan musisi ternama, Maudy Ayunda, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya mengenai dunia bisnis yang digelutinya, khususnya dalam industri kecantikan. Melalui brand yang dipimpinnya, From This Island, Maudy menekankan bahwa fokus utama pembangunan bisnisnya adalah untuk jangka panjang, bukan sekadar mengejar popularitas sesaat atau tren viral.
Dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Maudy yang menjabat sebagai CEO dan co-founder brand kecantikan tersebut berbagi cerita tentang perjalanan membangun bisnisnya. Ia menegaskan bahwa visi yang diusungnya adalah membangun sebuah entitas yang berkelanjutan, bukan hanya produk yang sekadar menjadi viral dalam waktu singkat.
“Kami membangun untuk puluhan tahun ke depan, bukan sekadar untuk peluncuran produk yang viral,” ungkap Maudy. Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah strategis yang diambil adalah mengakuisisi paten teknologi dari Dr. Rudy. Teknologi ini telah melalui riset mendalam selama 12 tahun sebelum akhirnya siap untuk diperkenalkan ke pasar dengan nama Lumera.
Bagi Maudy, langkah ini bukan hanya sekadar strategi bisnis semata. Ini merupakan bagian dari kontribusi yang lebih besar untuk Indonesia. Ia memiliki keinginan kuat agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk kecantikan global, tetapi juga mampu menjadi pemain utama dalam industri kecantikan di kancah internasional.
“Karena pada satu titik, ini menjadi sebuah pertanyaan: kalau bukan kita, lalu siapa?” tukasnya, menunjukkan semangat untuk memberdayakan potensi lokal.
Perjalanan dalam membangun bisnis ini tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Maudy dan timnya harus menghadapi berbagai rintangan, mulai dari proses pengembangan bahan baku lokal yang memerlukan riset mendalam, hingga tahapan riset yang memakan waktu panjang. Namun, semua itu dianggap sebagai bagian integral dari proses membangun fondasi bisnis yang kokoh.
Baca juga: Prabowo Setuju Polisi Berdiri Sendiri, Ini Penjelasannya
Rekan co-founder-nya, Patricia Davina, turut membagikan pengalamannya. Ia mengungkapkan bahwa tekanan dalam bisnis seringkali memaksa mereka untuk membuat keputusan-keputusan sulit. Salah satu dilema terbesar adalah terkait menjaga kualitas produk di tengah persaingan harga yang semakin ketat di pasar.
“Kami secara konsisten menolak untuk menurunkan standar kualitas formulasi, meskipun margin bisa lebih sehat jika kami melakukannya. Sebuah brand tidak didefinisikan oleh apa yang ia iyakan, tapi oleh apa yang berani ia tolak bahkan ketika berkata ‘tidak’ itu mahal harganya,” tegas Patricia, menyoroti prinsip integritas dan kualitas yang dipegang teguh.
Lebih lanjut, Maudy juga menyoroti pentingnya dampak sosial dari setiap inisiatif bisnis yang dijalankannya. Ia percaya bahwa kedekatan dengan sumber daya alam Indonesia membawa tanggung jawab yang lebih besar, baik terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.
“Semakin dekat, semakin bertanggung jawab,” ujar Maudy, menekankan komitmennya pada keberlanjutan.
Oleh karena itu, Maudy dan timnya secara aktif menjalankan berbagai inisiatif sosial. Program-program seperti penanaman pohon dan dukungan terhadap sektor pendidikan di daerah-daerah yang membutuhkan menjadi bagian dari upaya mereka. Meskipun demikian, Maudy menyadari bahwa perjalanan ini masih panjang dan penuh dengan proses pembelajaran.





