KabarDermayu.com – Michael Carrick telah berupaya maksimal untuk mengamankan posisinya sebagai manajer permanen Manchester United. Namun, tampaknya semua usahanya belum tentu membuahkan hasil yang diharapkan.
Pada akhir pekan lalu, Manchester United berhasil mengunci tiket Liga Champions setelah mengalahkan Liverpool dengan skor 3-2. Kemenangan ini juga semakin memperkuat posisi mereka di papan atas klasemen Premier League, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.
Sejak dipercaya memegang kendali sebagai pelatih interim pada Januari, Michael Carrick menunjukkan performa yang sangat meyakinkan. Dalam 14 pertandingan liga yang dijalaninya, ia berhasil meraih 10 kemenangan. Tidak mengherankan jika banyak pemain Manchester United secara terbuka menyatakan dukungan mereka agar Carrick diangkat menjadi manajer tetap.
Secara statistik maupun momentum, Michael Carrick jelas berada dalam posisi yang sangat kuat. Pembicaraan mengenai status permanennya bahkan hanya menunggu kepastian tiket Liga Champions, yang kini telah berhasil diraih.
Namun, perjalanan Carrick menuju kursi kepelatihan permanen di Old Trafford ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Tiba-tiba, nama Andoni Iraola muncul sebagai pesaing yang sangat serius. Pelatih Bournemouth ini disebut-sebut sebagai kandidat terkuat yang berpotensi menggagalkan rencana Carrick.
Andoni Iraola sendiri telah mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan Bournemouth di akhir musim ini. Awalnya, ia diprediksi akan kembali ke klub lamanya, Athletic Club. Namun, rencana tersebut harus dibatalkan setelah klub La Liga itu secara resmi menunjuk Edin Terzic sebagai pelatih baru, menggantikan Ernesto Valverde.
Baca juga: Indomobil Mulai Fokus pada Mobil Listrik di Indonesia
Situasi ini membuat Iraola kini menjadi sosok pelatih “free agent” yang sangat menarik perhatian di bursa transfer musim panas.
Performa Iraola bersama Bournemouth juga patut diacungi jempol. Ia berhasil membawa timnya bersaing di papan atas klasemen dan kini menduduki peringkat keenam, bahkan masih memiliki peluang untuk lolos ke Liga Champions.
Tidak hanya Manchester United, klub besar lainnya seperti Chelsea juga dikabarkan tertarik untuk menggunakan jasa pelatih asal Spanyol ini.
Di sisi lain, manajemen Manchester United dilaporkan bersikap hati-hati. Mereka enggan mengulangi kesalahan di masa lalu, seperti keputusan terburu-buru mengangkat Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer permanen setelah periode interim yang menjanjikan.
Kini, dilema tersebut kembali menghantui klub. Carrick telah membuktikan kemampuannya. Namun, dengan ketersediaan Iraola yang tiba-tiba di pasar pelatih, keputusan Manchester United menjadi jauh lebih rumit.
Satu hal yang pasti, meskipun telah berhasil membawa Manchester United lolos ke Liga Champions, posisi Carrick belum sepenuhnya aman. Bursa pelatih musim panas ini berpotensi menghadirkan kejutan besar.





