KabarDermayu.com – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, yang dikenal sebagai Cinema XXI, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan di kuartal pertama tahun 2026.
Perusahaan operator bioskop ini membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 18,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu kuartal I 2025, yang mencapai Rp929,2 miliar.
Pencapaian gemilang ini tidak lepas dari kontribusi kuat di seluruh lini bisnis Cinema XXI. Penjualan tiket bioskop menjadi penyumbang terbesar, mencapai 60,6 persen dari total pendapatan.
Sementara itu, lini bisnis makanan dan minuman (F&B) menyusul dengan kontribusi sebesar 32,6 persen. Sisa pendapatan lainnya, seperti dari iklan dan platform digital, melengkapi angka tersebut.
Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, secara spesifik menyebutkan bahwa pendapatan dari penjualan tiket bioskop mengalami peningkatan sebesar 14,3 persen. Pada kuartal I 2026, pendapatan tiket mencapai Rp665,3 miliar, naik dari Rp582,2 miliar pada kuartal I 2025.
Baca juga di sini: Pawai Khitan Massal Semarak di Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Haurgeulis
Tidak hanya tiket, pendapatan dari sektor F&B juga menunjukkan tren positif. Sektor ini mencatat peningkatan sebesar 15,9 persen, menghasilkan Rp357,6 miliar. Angka ini didukung oleh tingkat pengeluaran per pengunjung (spend per head/SPH) yang tetap stabil.
Dari sisi profitabilitas, Cinema XXI juga mencatat peningkatan signifikan. Perseroan berhasil membukukan EBITDA sebesar Rp226,9 miliar di kuartal I 2026. Angka ini melonjak 81,2 persen dari Rp125,2 miliar yang tercatat pada kuartal I 2025.
Posisi keuangan perseroan secara keseluruhan tetap kokoh. Hingga 31 Maret 2026, total aset Cinema XXI tercatat sebesar Rp6,72 triliun. Perusahaan juga berhasil mempertahankan posisi kas dan setara kas yang kuat, dengan jumlah mencapai Rp1,75 triliun.
Total ekuitas perseroan juga tercatat sehat, yaitu sebesar Rp4,34 triliun. Hal ini menunjukkan fundamental keuangan yang solid dan kemampuan perusahaan untuk terus beroperasi dan berkembang.
Arus kas dari aktivitas operasi juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Pada kuartal I 2026, arus kas dari operasi mencapai Rp106,6 miliar, jauh meningkat dibandingkan Rp28,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ini mencerminkan kualitas pendapatan yang semakin baik dan manajemen modal kerja yang lebih efisien.
Kinerja positif di kuartal I 2026 ini sangat ditopang oleh momentum kuat dari film-film nasional. Penayangan film-film baru dari berbagai genre, terutama di periode libur Lebaran, mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Antusiasme penonton terhadap karya sineas Indonesia tidak hanya berdampak pada kinerja operasional Cinema XXI, tetapi juga menegaskan potensi besar yang dimiliki oleh industri perfilman nasional di masa depan.
Data menunjukkan bahwa pada kuartal I 2026, terdapat tujuh judul film nasional yang berhasil menarik lebih dari satu juta penonton. Angka ini meningkat drastis dibandingkan kuartal I 2025, di mana hanya tiga judul film nasional yang mencapai angka tersebut.
“Kami menyambut baik tren positif industri perfilman nasional yang terus menguat. Kepercayaan penonton terhadap karya sineas Indonesia adalah energi yang mendorong kami untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik,” ujar Suryo Suherman pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Pernyataan ini menegaskan komitmen Cinema XXI untuk terus mendukung dan berkontribusi pada perkembangan industri film tanah air, sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi para penikmat sinema.





