Profil Menteri PPPA Arifah Fauzi, Usulkan Gerbong Wanita, Pernah Jadi Produser TV

by -4 Views
Profil Menteri PPPA Arifah Fauzi, Usulkan Gerbong Wanita, Pernah Jadi Produser TV

KabarDermayu.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, belakangan menjadi sorotan publik menyusul usulannya terkait penataan penumpang dalam rangkaian kereta api.

Usulan tersebut muncul setelah terjadinya insiden kecelakaan kereta di Bekasi. Arifah mengemukakan gagasan agar penumpang perempuan ditempatkan di gerbong tengah, sementara penumpang laki-laki di gerbong paling depan dan belakang.

Pernyataan ini memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Ada yang menilai usulan tersebut sebagai bentuk perhatian lebih terhadap keselamatan perempuan, namun tidak sedikit pula yang menganggapnya kontroversial.

Di balik polemik tersebut, Arifah Fauzi dikenal sebagai sosok perempuan dengan rekam jejak panjang di berbagai bidang. Perjalanan kariernya mencakup dunia organisasi, sosial, hingga pemerintahan.

Arifah Fauzi secara resmi menjabat sebagai Menteri PPPA sejak dilantik pada 21 Oktober 2024. Ia menjadi bagian dari kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Lahir di Bangkalan pada 28 Juli 1969, Arifah menunjukkan kiprahnya di lingkungan organisasi sejak usia muda. Ia dikenal aktif dalam organisasi berbasis keagamaan, khususnya yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Peranannya dalam organisasi perempuan dan kepemudaan terbilang cukup menonjol. Ia pernah memegang amanah sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU).

Selanjutnya, Arifah dipercaya untuk memimpin Pengurus Besar Muslimat NU untuk periode 2025-2030. Selain itu, ia juga aktif dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan terlibat dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Baca juga di sini: Real Madrid Beri Kabar Tak Sedap untuk MU soal Aurelien Tchouameni

Pengalaman Arifah tidak hanya terbatas pada dunia aktivisme dan organisasi. Ia juga memiliki latar belakang di industri media dan hiburan.

Arifah Fauzi pernah berkarier sebagai produser untuk beberapa program televisi yang berfokus pada tema keagamaan. Ia memproduseri program seperti “Syair Dzikir” di stasiun televisi TPI dan “Hikmah Pagi” di TVRI.

Bahkan, ia juga disebut pernah terlibat dalam posisi show manager untuk sebuah konser yang menampilkan kolaborasi musisi internasional.

Karier politiknya mulai menanjak ketika ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pada Pemilihan Presiden tahun 2024.

Setelah kontribusinya dalam kampanye, Arifah Fauzi kemudian resmi masuk ke dalam kabinet pemerintahan dan memimpin kementerian yang memiliki fokus pada isu-isu perempuan serta perlindungan anak.

Kembali ke sorotan publik, usulan mengenai penempatan gerbong perempuan di tengah rangkaian kereta api menjadi topik perbincangan hangat.

Saat dimintai tanggapan terkait kecelakaan kereta api antara KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Arifah menyampaikan pandangannya mengenai penataan penumpang.

“Jadi yang laki-laki di ujung, yang depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah,” ujar Arifah kepada awak media.

Pernyataan ini sontak memicu perdebatan publik yang cukup luas di berbagai kalangan.

Di luar kontroversi terbarunya, laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025 juga turut menarik perhatian.

Berdasarkan laporan tersebut, total kekayaan Arifah Fauzi tercatat mencapai sekitar Rp12,5 miliar. Kekayaan ini mencakup berbagai aset, termasuk lima unit kendaraan pribadi.

Salah satu aset kendaraan yang cukup mencuri perhatian adalah sebuah Toyota Land Cruiser tahun 1997, yang memiliki nilai taksiran sekitar Rp300 juta.

Menanggapi polemik usulan gerbong, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby, menegaskan bahwa kebijakan keselamatan penumpang tetap berlaku setara bagi semua pihak.

“Kami tidak membedakan gender laki-laki dan perempuan. Bagi kami PT Kereta Api Indonesia keselamatan adalah nomor satu. Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi, baik pelanggan perempuan maupun laki-laki,” tegas Bobby.

Terlepas dari perdebatan yang muncul, Arifah Fauzi tetap dikenal sebagai figur perempuan senior yang telah lama berkiprah di organisasi keagamaan dan kini memegang peranan penting di pemerintahan Indonesia.

Pihak Arifah Fauzi sendiri telah menyampaikan permohonan maaf terkait pernyataannya yang menimbulkan kontroversi tersebut.