Program MBG Dinilai Berhasil Tingkatkan Konsumsi Sayur-Buah Anak

by -25 Views
Program MBG Dinilai Berhasil Tingkatkan Konsumsi Sayur-Buah Anak

KabarDermayu.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan berhasil meningkatkan kualitas pola makan anak-anak penerima manfaat, dengan sekitar 80 persen orang tua melaporkan adanya perbaikan signifikan pada kebiasaan makan anak mereka.

Temuan ini didukung oleh data dari Research Institute of Socio-Economic Development (RISED), yang juga mencatat bahwa program ini efektif dalam mengenalkan sayur dan buah sejak dini, sehingga anak-anak menjadi lebih terbiasa mengonsumsi makanan sehat.

Dokter Spesialis sekaligus edukator kesehatan, dr. Andi Khomeini Takdir, atau yang akrab disapa dr. Koko, menekankan pentingnya asupan sayur dan buah bagi kesehatan jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa konsumsi rutin makanan tersebut dapat secara efektif mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas sejak usia dini.

Baca juga di sini: Terungkapnya Pola Luka Anak di Daycare Little Aresha: Kulit Melepuh hingga Punggung

Dr. Koko memberikan dukungan penuh terhadap program MBG, menilai program ini sebagai langkah strategis pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi nasional. Ia berpendapat bahwa bonus demografi bukan hanya tentang jumlah penduduk, tetapi juga kualitasnya, dan upaya pemerintah dalam pemenuhan gizi ini sangatlah baik.

“Bonus demografi itu bukan hanya perihal jumlah penduduk, tapi juga kualitasnya. Upaya pemerintah untuk memberikan kecukupan gizi itu bagus, dan dari awal saya selalu mendukung itu,” ujar dr. Koko dalam keterangannya pada Jumat, 24 April 2026.

Pandangan dr. Koko sejalan dengan hasil survei terbaru dari Poltracking Indonesia. Survei tersebut menunjukkan bahwa program MBG merupakan salah satu program pemerintah yang mendapatkan apresiasi dan dukungan publik tertinggi.

Masyarakat memandang program ini sebagai solusi konkret bagi keluarga menengah ke bawah untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan asupan makanan yang cukup, setidaknya sekali sehari. Menariknya, dr. Koko menekankan bahwa pemenuhan gizi tidak perlu dibuat rumit, dan ia menyarankan agar tata kelola program tetap akuntabel namun tetap sederhana dalam penyajiannya.

“Kembali ke dasar. Nasi, ikan, sayur, telur, atau ayam suir itu sudah cukup. Jangan dibuat rumit. Anak-anak yang rutin mengonsumsi MBG akan terlatih lidahnya (taste education) sehingga tidak jadi pilih-pilih makanan (picky eater) juga,” jelas dr. Koko.

Meskipun menyadari dampak dan manfaat luas dari program ini, dr. Koko juga mengakui adanya tantangan yang perlu diatasi. Sebagai program berskala masif yang menjangkau jutaan orang, kendala teknis di lapangan tentu saja ada.

“Karenanya saya mengajak masyarakat untuk melihatnya sebagai sebuah proses besar yang perlu dikawal bersama,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.