Respons Purbaya Soal Sisa Kas Negara Rp 120 Triliun

by -3 Views
Respons Purbaya Soal Sisa Kas Negara Rp 120 Triliun

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membantah keras isu yang beredar mengenai kondisi kas negara yang disebut-sebut hanya menyisakan Rp 120 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam sebuah media briefing yang digelar di Gedung BPPK, Jakarta Selatan, pada Jumat, 24 April 2026. Ia menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini masih berada dalam kondisi yang sangat memadai.

“Enggak usah takut soal APBN, masih cukup. Uang kita masih banyak,” ujar Purbaya dalam kesempatan tersebut.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa angka Rp 120 triliun yang disebutkan dalam isu tersebut sebenarnya merujuk pada Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang biasa ditempatkan di Bank Indonesia (BI). Ia mengklarifikasi bahwa dana Rp 120 triliun tersebut hanyalah sebagian kecil dari total SAL yang mencapai Rp 420 triliun.

Sisa dana SAL sebesar Rp 300 triliun, menurut Purbaya, telah dialokasikan untuk menyuntikkan likuiditas ke sektor perbankan. Langkah ini diambil sebagai modal untuk mengakselerasi aktivitas perekonomian nasional.

Injeksi dana tersebut bertujuan untuk mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional melalui fungsi intermediasi yang dijalankan oleh perbankan. Pemerintah awalnya menempatkan dana SAL senilai Rp 200 triliun, yang kemudian ditambah lagi sebesar Rp 100 triliun.

Penambahan dana ini dilakukan menjelang periode Lebaran. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan likuiditas perbankan tetap terjaga, terutama mengingat potensi peningkatan kebutuhan dana oleh masyarakat pada momen tersebut.

Purbaya menekankan bahwa penempatan dana Rp 300 triliun tersebut bersifat deposito on call. Artinya, dana tersebut dapat ditarik kembali oleh pemerintah sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.

“Dulu biasanya ditaruh di BI, sekarang harusnya masuk ke ekonomi. Itu yang menunjang pertumbuhan ekonomi selama beberapa bulan terakhir. Tapi uangnya nggak habis, masih deposito saya. Itu langkah yang pintar (smart move) sebetulnya,” jelasnya.

Dari sisi realisasi APBN, Purbaya memaparkan bahwa hingga akhir Maret 2026, pendapatan negara telah tercatat mencapai Rp 574,9 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 10,5 persen secara year-on-year (yoy).

Lonjakan penerimaan negara ini utamanya didorong oleh pertumbuhan penerimaan pajak secara keseluruhan yang mencapai 20,7 persen (yoy). Sementara itu, belanja pemerintah tercatat tumbuh sebesar 31,4 persen (yoy).

Baca juga di sini: Kesejahteraan Masyarakat Pesisir dan Industri Bahari dari Kekayaan Laut Indonesia

Dengan realisasi tersebut, Purbaya memastikan bahwa defisit APBN tetap terjaga dengan baik, yaitu pada level 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini menunjukkan bahwa APBN tetap solid dan mampu berperan sebagai peredam gejolak (shock absorber) di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masih berlangsung.

No More Posts Available.

No more pages to load.