Sinergi Antarprovinsi hingga Pasar Global Jadi Sorotan Anindya Bakrie di Rakornas Perdagangan Kadin

oleh -5 Dilihat
Sinergi Antarprovinsi hingga Pasar Global Jadi Sorotan Anindya Bakrie di Rakornas Perdagangan Kadin

KabarDermayu.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menekankan tiga poin krusial dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Poin-poin tersebut meliputi pentingnya stabilitas perdagangan antarpovinsi, ekspansi pasar global, serta penguatan investasi strategis.

Penekanan ini disampaikan Anindya Bakrie dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kadin Indonesia yang mengusung tema “Optimasi Perdagangan Domestik dan Internasional serta Akselerasi Investasi Strategis Menuju Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen”. Acara ini berlangsung di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Anindya Bakrie menjelaskan bahwa penguatan perdagangan domestik antarprovinsi menjadi fondasi penting. Dengan 38 provinsi yang memiliki potensi produksi beragam, sinergi perdagangan internal dapat menciptakan ketahanan ekonomi yang kuat bagi Indonesia.

Menyinggung perdagangan internasional, Anindya Bakrie mengapresiasi upaya pemerintah dalam membuka akses pasar baru di tengah tantangan ekonomi global yang kian kompleks. Pemerintah terus berjuang keras untuk memperluas jangkauan pasar ekspor, tidak hanya ke pasar yang sudah ada seperti Amerika Serikat, tetapi juga ke Uni Eropa, Kanada, Eurasia, dan kawasan lainnya.

Hal ini menjadi krusial, terutama di saat mata uang rupiah, seperti mata uang lainnya, tengah mengalami tekanan. Peningkatan devisa negara melalui ekspor sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Lebih lanjut, Anindya Bakrie menyoroti capaian investasi pada kuartal pertama tahun 2026 yang telah mencapai Rp 500 triliun. Angka ini dianggap sebagai motor penggerak utama perdagangan. Ia berharap para pengusaha di daerah, melalui jaringan Kadin, terus terinspirasi untuk melakukan investasi.

Investasi yang terus tumbuh akan mendorong peningkatan konsumsi domestik, yang pada akhirnya akan memperkuat sektor perdagangan secara keseluruhan. “Saya rasa ini adalah yang sangat penting karena ujung-ujungnya adalah perdagangan. Kita berinvestasi untuk bisa berdagang, itu tentu akan menghasilkan kekuatan lainnya seperti konsumsi domestik,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Budi Santoso, yang turut membuka Rakornas, menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan seluruh pelaku usaha, termasuk Kadin dan berbagai asosiasi.

Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja ekspor komoditas unggulan Indonesia serta menjaga stabilitas dan pertumbuhan pasar domestik. “Jadi hari ini Rakornas bidang perdagangan ya. Jadi kita terus kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, dalam hal ini Kadin dan seluruh asosiasi. Pertama, bagaimana ekspor kita terus meningkat ya dari beberapa komoditas, dan juga bagaimana pasar dalam negeri tetap terus tumbuh,” jelas Budi Santoso.

Ia menambahkan bahwa sinergi yang terjalin akan melibatkan seluruh jaringan Kadin hingga ke tingkat daerah. Hal ini penting untuk memastikan setiap program pemerintah yang berkaitan dengan perdagangan dan investasi dapat berjalan efektif dan mencapai sasaran yang diharapkan.

Baca juga di sini: Kaesang Ingatkan Kader Muda PSI Belajar dari Senior

Dengan demikian, melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, serta fokus pada stabilitas perdagangan domestik, ekspansi pasar global, dan percepatan investasi, Kadin Indonesia optimis dapat berkontribusi signifikan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.