Tak Lagi Bergantung Air Tangki, Inovasi Mahasiswa Polindra Ubah Air Payau Jadi Air Bersih di Pantai Bali 2

oleh -6 Dilihat
Tak Lagi Bergantung Air Tangki, Inovasi Mahasiswa Polindra Ubah Air Payau Jadi Air Bersih di Pantai Bali 2

KabarDermayu.com – Krisis air bersih di kawasan pesisir kini mendapatkan secercah harapan baru berkat terobosan teknologi yang dihadirkan oleh mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra).

Permasalahan klasik mengenai ketergantungan pada pasokan air tangki yang mahal dan tidak menentu di objek wisata Pantai Bali 2, Indramayu, akhirnya menemukan solusi konkret melalui inovasi alat pengolah air payau menjadi air layak konsumsi.

Inovasi Teknologi Tepat Guna

Tim mahasiswa dari Polindra berhasil merancang sebuah sistem filtrasi canggih yang mampu memproses air payau dengan kadar salinitas tinggi menjadi air bersih yang memenuhi standar kesehatan. Teknologi ini dirancang secara khusus agar dapat diaplikasikan di daerah pesisir yang selama ini sulit mendapatkan akses air tanah tawar.

Sistem ini bekerja melalui serangkaian proses penyaringan bertahap yang mampu memisahkan mineral garam serta kontaminan lainnya dari sumber air baku. Keberhasilan inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan vokasi mampu menjawab tantangan riil yang dihadapi oleh masyarakat sekitar.

Mengatasi Ketergantungan Air Tangki

Selama ini, para pengelola wisata dan warga di sekitar Pantai Bali 2 harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendatangkan air bersih menggunakan mobil tangki. Biaya operasional yang tinggi seringkali menjadi beban, terutama saat musim liburan di mana kebutuhan air meningkat drastis.

Dengan adanya alat ini, ketergantungan terhadap pasokan luar diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin. Selain aspek ekonomi, kemandirian air bersih ini juga memberikan dampak positif bagi keberlanjutan operasional pariwisata di Pantai Bali 2.

“Inovasi ini tidak hanya sekadar proyek akademis, melainkan bentuk pengabdian nyata untuk memberikan solusi atas permasalahan air bersih yang selama ini menghambat potensi maksimal destinasi wisata lokal,” ujar perwakilan tim pengembang dari Polindra.

Pentingnya Air Bersih di Kawasan Wisata

Akses terhadap air bersih merupakan elemen krusial bagi setiap destinasi wisata. Ketersediaan air yang memadai tidak hanya menjamin kenyamanan pengunjung, tetapi juga menjaga standar sanitasi di area fasilitas umum seperti toilet, tempat wudu, dan kantin.

Kondisi geografis Indramayu yang berada di pesisir utara Jawa memang memiliki karakteristik air tanah yang cenderung payau. Fenomena intrusi air laut menjadi tantangan utama yang sering kali membuat sumur bor konvensional tidak bisa digunakan secara optimal.

Langkah Strategis Ke Depan

Keberhasilan mahasiswa Polindra ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Penggunaan teknologi filtrasi air payau ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis teknologi di Kabupaten Indramayu.

Beberapa keunggulan dari sistem yang dikembangkan antara lain:

  • Efisiensi Biaya: Mengurangi pengeluaran rutin untuk pembelian air tangki secara signifikan.
  • Keberlanjutan: Memanfaatkan sumber daya air lokal yang melimpah namun sebelumnya tidak bisa digunakan.
  • Kemudahan Operasional: Desain alat yang disesuaikan agar mudah dirawat oleh pengelola wisata setempat.

Dukungan Terhadap Vokasi

Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) terus mendorong mahasiswanya untuk menghasilkan karya-karya inovatif yang aplikatif. Program ini sejalan dengan visi pendidikan vokasi yang menekankan pada kemampuan problem-solving di lapangan.

Diharapkan, teknologi pengolah air ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan kapasitas yang lebih besar agar cakupan manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak warga pesisir, tidak terbatas hanya di area Pantai Bali 2 saja. Dengan kolaborasi antara akademisi, pelaku wisata, dan dukungan pemerintah daerah, inovasi ini berpotensi menjadi model percontohan bagi desa-desa pesisir lainnya di Jawa Barat yang menghadapi kendala serupa.

Langkah ini sekali lagi menunjukkan bahwa tangan-tangan kreatif mahasiswa Polindra mampu mengubah tantangan geografis menjadi peluang yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas.