Groundbreaking Transit Oriented Development Summarecon Stasiun Bekasi oleh Menko AHY

oleh -3 Dilihat
Groundbreaking Transit Oriented Development Summarecon Stasiun Bekasi oleh Menko AHY

KabarDermayu.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara resmi melakukan prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi pada Sabtu, 25 Juli 2026. Proyek strategis ini merupakan bagian integral dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon.

Dalam sambutannya, AHY menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar upaya penambahan fasilitas fisik di sektor transportasi. Lebih dari itu, pembangunan stasiun baru ini diharapkan menjadi katalisator bagi kawasan yang lebih produktif, yang mampu mempermudah mobilitas masyarakat serta mengintegrasikan aktivitas harian warga dengan prinsip-prinsip TOD yang berkelanjutan.

Sinergi Swasta dan Pemerintah

President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, menyatakan bahwa proyek ini adalah bukti nyata sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mengembangkan kawasan berbasis transit. Langkah ini merupakan kelanjutan dari komitmen Summarecon dalam mendukung infrastruktur di Bekasi, setelah sebelumnya sukses membangun Fly Over K.H. Noer Ali Summarecon pada tahun 2010.

“Bersyukur pada hari ini Summarecon kembali diberi kesempatan untuk ikut berperan dalam menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Bekasi,” ungkap Adrianto.

Pembangunan Fly Over sepanjang 1 kilometer yang melintasi rel kereta api tersebut terbukti sukses menjadi solusi pengurai kemacetan di Jalan Perjuangan sekaligus mempermudah akses bagi warga di sisi utara dan selatan rel. Kini, melalui Stasiun Bekasi Ekstensi, pihak pengembang kembali berupaya meningkatkan layanan aksesibilitas bagi masyarakat yang menggunakan transportasi massal.

Solusi Penumpukan Penumpang

Salah satu poin krusial dari pembangunan stasiun ini adalah sebagai upaya antisipasi terhadap kepadatan penumpang. Dengan adanya Stasiun Bekasi Ekstensi, diharapkan beban operasional stasiun yang sudah ada dapat terdistribusi dengan lebih merata. Stasiun baru ini diproyeksikan melayani penumpang dari arah barat dan selatan, sementara Stasiun Bekasi eksisting akan tetap melayani penumpang dari arah utara dan timur.

Strategi ini diyakini akan menciptakan konektivitas kawasan yang lebih efisien, mengurangi penumpukan antrean, serta memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna KRL. AHY menambahkan bahwa pengembangan infrastruktur yang terintegrasi dengan hunian dan pusat aktivitas adalah kunci dalam menciptakan lingkungan perkotaan masa depan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Seremoni Resmi

Prosesi seremoni groundbreaking ditandai dengan penekanan sirine secara bersama-sama oleh Menteri AHY, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, serta Wakil Wali Kota Bekasi Dr. H. Abdul Harris Bobihoe. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di koridor Bekasi.

Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus melakukan sinkronisasi pembangunan agar seluruh proyek TOD di Indonesia tetap konsisten dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang maksimal bagi masyarakat luas.