Dedikasi Mantri BRI di Wakatobi: Menjaga Asa di Surga Bahari

oleh -7 Dilihat
Dedikasi Mantri BRI di Wakatobi: Menjaga Asa di Surga Bahari

KabarDermayu.com – Di balik pesona wisata bawah laut Kepulauan Wakatobi yang mendunia, terdapat denyut ekonomi masyarakat yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Tantangan geografis yang ekstrem di wilayah kepulauan ini menjadi medan pengabdian bagi Wa Ode Sitti Rahmatiah Jufri, atau yang akrab disapa Titin, seorang Mantri Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Wangi-Wangi yang mempertaruhkan nyawa demi memastikan akses keuangan menjangkau hingga ke pelosok desa.

Titin, yang mulai bertugas di wilayah tersebut sejak Januari 2024, mengemban tanggung jawab besar untuk melayani sembilan desa di Pulau Kaledupa. Sebagai ujung tombak inklusi keuangan, ia harus menyeberangi lautan lepas setiap kali menjalankan tugas jemput bola, sebuah perjalanan yang menuntut keberanian lebih dari sekadar kemampuan manajerial perbankan.

Perjalanan rutin dari Wangi-Wangi ke Kaledupa biasanya memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit menggunakan kapal cepat. Namun, pada musim ombak besar di awal tahun, durasi tempuh tersebut bisa membengkak drastis. Titin pernah terjebak dalam situasi mencekam saat harus menembus dinding ombak setinggi empat meter demi memenuhi komitmennya kepada para nasabah.

“Lailahaillallah, itu kalau kita sudah di atas ombak, kita lihat ke bawah itu tinggi sekali. Kita dikasih naik, lalu turun lagi ke bawah, dan sekeliling kita itu cuma ada air,” kenang Titin menceritakan pengalaman menumpang perahu kecil milik suku Bajo saat kapal reguler tidak berani beroperasi.

Kondisi alam yang menantang tersebut tidak menyurutkan langkah Titin dalam menggerakkan ekonomi lokal. Masyarakat di Kaledupa sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor rumput laut dan kopra. Ketika hasil panen rumput laut terganggu oleh cuaca buruk, Titin hadir memberikan solusi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pendampingan bisnis.

Lebih dari sekadar pemberi pinjaman, Titin berperan sebagai fasilitator bagi para nasabah. Ia pernah membantu seorang anak nasabah yang berjuang membiayai kuliah dengan memanfaatkan data klaster pengusaha kopra di BRI. Titin menghubungkan nasabah tersebut langsung dengan pengepul besar agar hasil bumi mereka mendapatkan harga yang lebih baik, sekaligus memastikan cicilan kredit tetap terbayar tanpa mengorbankan pendidikan.

Dalam menjalankan tugasnya, Titin juga menghadapi kendala keterbatasan infrastruktur digital. Namun, hambatan tersebut diatasi dengan mengoptimalkan peran Agen BRILink. Saat ini, terdapat enam agen aktif yang tersebar di wilayah kerjanya, menjadi perpanjangan tangan BRI untuk melayani kebutuhan transaksi warga di tengah minimnya jaringan internet.

  • Peningkatan jumlah nasabah hingga 70 persen, dari 100 menjadi hampir 300 nasabah.
  • Edukasi intensif penggunaan aplikasi BRImo bagi masyarakat yang sudah terjangkau sinyal.
  • Fasilitasi akses pasar bagi petani kopra melalui database klaster bisnis BRI.

Sebagai perempuan pertama yang ditugaskan di wilayah kerja ekstrem tersebut, Titin membuktikan bahwa determinasi mampu menembus batasan gender. Ia mengaku merasa terharu dan dihargai ketika para nasabah maupun Agen BRILink di pulau-pulau tersebut kerap menanyakan kapan ia akan berkunjung kembali. Bagi Titin, profesi Mantri BRI bukan sekadar tentang mengejar target angka, melainkan tentang membangun kedekatan emosional dan kepercayaan dengan masyarakat.

Pihak manajemen BRI pun memberikan apresiasi tinggi atas Dedikasi yang ditunjukkan oleh para Mantri di lapangan. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa kisah Titin adalah representasi nyata dari komitmen bank dalam menyemai harapan di pelosok negeri.

“Melalui tangan dingin para Mantri seperti Titin, BRI tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga memastikan bahwa setiap warga negara, tak peduli seberapa jauh mereka berada di kepulauan, memiliki kesempatan yang sama untuk bertumbuh secara ekonomi,” ujar Dhanny.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik megahnya angka-angka perbankan, terdapat dedikasi individu yang rela bertaruh dengan ombak demi memastikan roda ekonomi masyarakat tetap berputar. Bagi Titin, pesan untuk rekan sesama profesi sangatlah sederhana namun mendalam: jangan pernah memilih-milih tempat kerja, karena banyak masyarakat yang nasib usahanya bergantung pada kehadiran mereka.