BCA Siap Bagikan Dividen Tiap Kuartal, Simak Proyeksi Jadwalnya

oleh -3 Dilihat
BCA Siap Bagikan Dividen Tiap Kuartal, Simak Proyeksi Jadwalnya

KabarDermayu.com – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membawa kabar gembira bagi para pemegang sahamnya di tengah dinamika pasar modal Indonesia. Perusahaan perbankan swasta terbesar di tanah air ini secara resmi mengungkapkan strategi baru dalam kebijakan pembagian laba, yakni dengan menerapkan skema pembayaran dividen interim secara kuartalan sepanjang tahun 2026.

Langkah strategis ini menandai perubahan signifikan dalam manajemen keuangan perseroan dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. Selain meningkatkan frekuensi distribusi keuntungan kepada investor, manajemen BCA juga memberikan sinyal positif terkait potensi peningkatan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio di masa mendatang.

Sekretaris Perusahaan BCA, Rudy Budiardjo, dalam acara Public Expose Live 2026 yang berlangsung secara daring pada Kamis, 10 September 2026, menjelaskan bahwa perusahaan telah menetapkan jadwal pembayaran untuk kuartal mendatang. Salah satu yang telah dipastikan adalah pembayaran dividen interim pada 16 September 2026 dengan nilai sebesar Rp25 per saham.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan yang cukup menarik jika dibandingkan dengan pembagian dividen interim pada periode Juni 2026 lalu, yang saat itu berada di angka Rp20 per saham. Rudy juga menambahkan bahwa setelah agenda September ini, perseroan telah menjadwalkan pembagian dividen interim berikutnya untuk kuartal IV yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026.

Meskipun jadwal telah disusun, pihak manajemen belum memberikan rincian angka pasti mengenai besaran dividen yang akan dibagikan pada Desember mendatang. Sementara itu, untuk dividen final tahun buku 2026, BCA tetap akan mengikuti mekanisme korporasi melalui keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada Maret 2027.

Kebijakan dividen kuartalan ini sebenarnya telah mendapat lampu hijau sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 12 Maret 2026. Dalam pertemuan tersebut, direksi dengan persetujuan dewan komisaris mendapatkan mandat untuk membagikan dividen interim sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2026, selama kondisi keuangan perseroan memungkinkan.

Terkait dengan dividend payout ratio, BCA mencatat rekam jejak yang solid. Rasio pembayaran dividen terakhir tercatat berada di level 72 persen, yang menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya di angka 68 persen. Rudy menegaskan bahwa komitmen untuk meningkatkan rasio ini akan terus ditinjau dengan memperhatikan kondisi serta kinerja keuangan perusahaan secara menyeluruh.

“Kami juga akan meningkatkan payout ratio lebih lanjut. Tapi tentunya akan melihat kondisi dan kinerja keuangan. Namun, rencana kami adalah meningkatkan payout ratio kami,” ungkap Rudy dalam pemaparannya.

Kinerja keuangan yang stabil menjadi fondasi utama bagi BCA untuk berani mengambil kebijakan ini. Per Juni 2026, BCA mencatatkan pencapaian luar biasa dengan pertumbuhan kredit sebesar 8,0 persen secara tahunan (year on year/yoy), yang membuat total kredit perseroan menembus angka Rp1.036 triliun. Ini merupakan kali pertama dalam sejarah perseroan, nilai kredit mampu melampaui ambang batas Rp1.000 triliun.

Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut didukung oleh struktur pendanaan yang kokoh. Dana giro dan tabungan (CASA) BCA tercatat mencapai Rp1.082 triliun, tumbuh sebesar 10,2 persen secara tahunan. Berkat dukungan pendanaan yang kuat dan operasional yang efisien, BCA dan entitas anaknya berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp29,5 triliun pada semester I 2026.

Perlu dicatat bahwa seluruh dividen interim yang dibayarkan sepanjang tahun 2026 nantinya akan diperhitungkan sebagai bagian dari total dividen final tahun buku 2026. Langkah ini menjadi cerminan transparansi dan komitmen BCA dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, sembari tetap menjaga posisi permodalan yang sehat untuk menopang ekspansi bisnis di masa depan.