KabarDermayu.com – Sebuah aksi heroik ditunjukkan oleh seorang pemuda bernama Fajar dalam upaya pencarian korban tenggelam di Embung Kertanegara, Kecamatan Haurgeulis, Indramayu, pada Jumat (17/7/2026). Di balik suasana duka yang menyelimuti keluarga korban berinisial S (12), seorang siswi kelas VI SD asal Desa Cipancuh, keberanian Fajar menjadi sorotan karena ia rela mempertaruhkan keselamatannya demi membantu proses evakuasi di dasar embung yang berbahaya.
Kejadian tragis ini bermula sekitar pukul 14.00 WIB, saat korban bersama enam orang rekannya pergi ke embung yang terletak di kawasan persawahan Blok Arman, Desa Kertanegara, dengan tujuan memancing. Situasi berubah menjadi mencekam ketika mata pancing milik korban tersangkut pada tanaman air di dalam embung. Korban kemudian memutuskan untuk turun ke air guna melepaskan kail tersebut.
Meskipun rekan-rekannya sempat memberikan peringatan mengenai kedalaman embung yang cukup berisiko, korban tetap nekat masuk ke dalam air. Sekitar pukul 14.35 WIB, korban bersama salah satu temannya akhirnya turun ke embung. Diduga karena tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai, keduanya pun tenggelam.
Teriakan minta tolong dari teman-teman korban segera mengundang perhatian warga sekitar. Seorang petani yang kebetulan berada di lokasi kejadian berhasil memberikan pertolongan dan menyelamatkan satu anak. Sayangnya, korban S tidak langsung ditemukan saat upaya penyelamatan awal dilakukan.
Mendapat kabar melalui telepon dari rekannya mengenai musibah tersebut, Fajar segera bergegas menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan. Sesampainya di sana, ia tidak membuang waktu dan langsung bergabung bersama warga lainnya untuk melakukan pencarian secara manual di dalam air.
Kondisi embung yang memiliki air keruh serta dasar yang berlumpur tebal membuat proses pencarian menjadi sangat menantang bagi Fajar. Ia harus berulang kali menyelam ke dasar embung untuk menyisir setiap sudut area yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya korban.
Kerja keras Fajar akhirnya membuahkan hasil pada pukul 15.10 WIB. Ia berhasil menemukan posisi korban di dasar embung, namun sayangnya nyawa korban sudah tidak tertolong lagi.
Fajar mengungkapkan bahwa jarak pandang di dalam air yang sangat terbatas menjadi kendala utama dalam proses pencarian tersebut. Ia menceritakan momen saat dirinya menemukan tubuh korban yang ternyata tersangkut pada tumpukan karung di dasar embung.
“Saat saya menyelam lebih dalam, saya menemukan tumpukan karung di dasar embung. Tanpa sengaja kaki saya menginjak kaki korban yang ternyata tersangkut cukup kuat di antara tumpukan karung tersebut,” ujar Fajar.
Lebih lanjut, Fajar menduga bahwa tumpukan karung yang sudah lama tertimbun lumpur itu justru menjadi penghambat yang membuat tubuh korban tidak terlihat oleh warga saat pencarian awal. Ia meyakini bahwa jika tubuh korban tidak tersangkut di sana, kemungkinan arus air akan membawanya lebih jauh sehingga proses evakuasi akan memakan waktu lebih lama. Setelah memastikan posisinya, Fajar segera memberikan kode kepada warga di permukaan untuk membantu proses pengangkatan jenazah.
Pasca evakuasi, jenazah korban segera dilarikan oleh petugas menggunakan kendaraan patroli Polsek Haurgeulis menuju Puskesmas setempat. Hasil pemeriksaan medis menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Cipancuh.
Pihak kepolisian bersama jajaran perangkat desa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang sigap dalam upaya penyelamatan ini. Mereka juga mengimbau agar seluruh orang tua senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama saat bermain atau beraktivitas di sekitar embung, sungai, maupun area perairan lainnya.
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bahwa kelengahan selama beberapa detik saja dapat berujung pada kehilangan yang mendalam. Di tengah duka yang dirasakan keluarga, aksi kemanusiaan yang ditunjukkan oleh warga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama masih sangat kuat di lingkungan masyarakat.





