Proyek Rabat Beton Temiyang – SP Pejaten Indramayu Disorot Warga

oleh -6 Dilihat
Proyek Rabat Beton Temiyang - SP Pejaten Indramayu Disorot Warga

KabarDermayu.com – Proyek pembangunan infrastruktur jalan rabat beton yang menghubungkan wilayah Temiyang menuju SP Pejaten, Kabupaten Indramayu, kini tengah menjadi pusat perhatian sekaligus perbincangan hangat di kalangan masyarakat setempat.

Sorotan tajam ini muncul bukan tanpa alasan. Warga yang melintasi jalur tersebut menemukan adanya kejanggalan signifikan dalam proses pengerjaan konstruksi di lapangan yang diduga kuat tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Salah satu temuan paling mencolok yang memicu kekecewaan warga adalah absennya penggunaan plastik alas atau plastic sheeting pada dasar pengecoran. Padahal, penggunaan plastik alas merupakan standar teknis krusial dalam pengerjaan rabat beton untuk menjaga kualitas material.

Pentingnya Alas Plastik dalam Konstruksi Jalan

Secara teknis, penggunaan plastik pada dasar pengecoran memiliki fungsi vital yang tidak bisa diabaikan. Plastik berfungsi sebagai pembatas antara tanah dasar dengan adukan beton basah. Tanpa adanya lapisan ini, air semen akan terserap langsung ke dalam tanah sebelum beton sempat mengeras dengan sempurna.

Jika air semen terserap oleh tanah, maka rasio campuran air dan semen akan berubah, yang berakibat pada penurunan mutu beton secara drastis. Akibatnya, umur pakai jalan menjadi lebih pendek, beton mudah retak, dan permukaannya cenderung keropos dalam waktu singkat.

Dalam dunia konstruksi, pengabaian standar prosedur operasional seperti ini sering kali dianggap sebagai upaya untuk menekan biaya operasional demi mengejar keuntungan pribadi oleh oknum pelaksana proyek. Hal ini tentu menjadi kerugian besar bagi masyarakat yang seharusnya mendapatkan fasilitas jalan dengan kualitas standar ketahanan yang baik.

Keluhan Warga dan Tuntutan Transparansi

Masyarakat yang memantau jalannya proyek tersebut mengaku kecewa dengan kurangnya pengawasan di lapangan. Mereka menilai bahwa pengerjaan yang terkesan asal-asalan ini menunjukkan lemahnya komitmen pihak pelaksana terhadap kualitas infrastruktur publik di Indramayu.

“Kami sebagai warga sangat berharap pembangunan jalan ini bisa awet dan berkualitas. Namun, melihat pengerjaan yang tidak memakai plastik alas, kami jadi ragu apakah jalan ini bisa bertahan lama atau justru akan cepat rusak kembali,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain masalah teknis plastik alas, warga juga menyoroti minimnya papan informasi proyek di lokasi pengerjaan. Ketiadaan papan informasi ini membuat publik sulit mengetahui besaran anggaran, durasi pengerjaan, serta siapa kontraktor yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

Perlunya Evaluasi dari Instansi Terkait

Kondisi yang terjadi di ruas jalan Temiyang – SP Pejaten ini menuntut adanya tindakan nyata dari instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Pengawasan yang lebih ketat dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) maupun tim pengawas proyek sangat diperlukan untuk memastikan setiap sen anggaran negara digunakan sebagaimana mestinya.

Beberapa poin yang mendesak untuk segera dilakukan evaluasi meliputi:

  • Pemeriksaan kesesuaian material beton dengan spesifikasi teknis yang tertuang dalam RAB.
  • Peninjauan kembali metode kerja di lapangan guna memastikan standar kualitas konstruksi tetap terjaga.
  • Transparansi mengenai kontraktor pelaksana agar masyarakat dapat turut serta melakukan pengawasan sosial.

Pembangunan infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat pedesaan. Jalan yang baik akan mempermudah akses distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga sehari-hari. Oleh karena itu, segala bentuk penyimpangan yang berpotensi menurunkan kualitas jalan harus segera ditindaklanjuti sebelum proyek rampung dan diserahterimakan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek masih belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pengabaian standar teknis tersebut. Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi faktual dan memberikan teguran jika ditemukan adanya pelanggaran prosedur.

KabarDermayu.com akan terus memantau perkembangan proyek ini dan mengawal aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur yang bersih, transparan, dan berkualitas di wilayah Kabupaten Indramayu.