11 Hari Operasional Haji 2026: 62.193 Jemaah Tiba di Tanah Suci, 5 Meninggal

oleh -5 Dilihat
11 Hari Operasional Haji 2026: 62.193 Jemaah Tiba di Tanah Suci, 5 Meninggal

KabarDermayu.com – Operasional ibadah haji tahun 2026 telah memasuki hari kesebelas, dengan catatan keberangkatan yang terus meningkat.

Hingga Kamis, 30 April 2026, sebanyak 62.193 jemaah haji Indonesia telah diterbangkan menuju Tanah Suci.

Jumlah ini terdiri dari 159 kelompok terbang (kloter) jemaah dan 689 petugas pendamping kloter.

Di sisi lain, jemaah yang telah tiba di Kota Madinah tercatat sebanyak 57.955 orang.

Mereka tergabung dalam 149 kloter yang telah mendarat dengan selamat.

Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Mekkah juga mulai berjalan.

Sebanyak 4.871 jemaah dari 12 kloter dilaporkan telah memulai perjalanan tersebut.

Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menyatakan bahwa seluruh proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah berjalan lancar.

Pengawasan ketat dilakukan oleh petugas di lapangan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah.

“Alhamdulillah, proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah berjalan lancar. Petugas terus bersiaga di seluruh titik layanan untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujar Maria Assegaf dalam keterangan persnya pada Jumat, 1 Mei 2026.

Di Mekkah, dilaporkan ada 1.551 jemaah dari empat kloter yang telah tiba.

Mereka akan menjalani ibadah umrah wajib dan mempersiapkan diri untuk puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Dari aspek kesehatan, tercatat sebanyak 4.246 jemaah telah menjalani rawat jalan.

Sebanyak 70 jemaah mendapatkan rujukan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Baca juga di sini: Ini Dampak Konsumsi Biji Chia Setiap Hari pada Tubuh

Selanjutnya, 101 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Terdapat pula 42 orang yang masih menjalani perawatan di RSAS.

Hingga Kamis, 30 April 2026, jumlah jemaah yang dilaporkan wafat tercatat sebanyak lima orang.

Kementerian Haji dan Umrah kembali mengingatkan semua pihak, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Mereka diminta untuk mematuhi seluruh aturan penyelenggaraan ibadah haji.

Maria Assegaf menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi aktivitas yang tidak sesuai prosedur.

Tindakan semacam itu dianggap dapat membahayakan keselamatan jemaah.

“Keselamatan dan perlindungan jemaah adalah prioritas utama. Tidak ada kompromi terhadap pelanggaran aturan dalam penyelenggaraan ibadah haji,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah dapat menjatuhkan sanksi tegas, bahkan hingga pencabutan izin operasional.

Sanksi ini berlaku apabila ditemukan pelanggaran serius yang dilakukan oleh KBIHU.

Kementerian juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap praktik haji ilegal.

Mereka diminta mewaspadai tawaran keberangkatan yang tidak resmi.

“Saat ini Satgas Pencegahan Haji Ilegal terus melakukan pengawasan bersama lintas instansi untuk mencegah penyalahgunaan visa dan praktik penipuan yang merugikan masyarakat,” ujar Maria.

Seiring dimulainya pergerakan jemaah menuju Mekkah, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah untuk tidak membawa barang bawaan berlebihan.

Hal ini penting untuk kelancaran mobilitas dan distribusi bagasi.

Bagi jemaah yang akan melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram, disarankan untuk berangkat lebih awal.

Penggunaan Bus Shalawat direkomendasikan untuk menghindari kepadatan.

“Kami mengimbau jemaah berangkat minimal dua jam lebih awal agar perjalanan menuju Masjidil Haram lebih aman dan nyaman,” jelas Maria.

Kementerian juga mengingatkan jemaah untuk mewaspadai suhu panas di Mekkah dan Madinah.

Suhu udara di kedua kota suci tersebut berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celsius.

Jemaah diimbau untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) sederhana.

Contohnya seperti payung, topi, masker, dan alas kaki yang nyaman.

Selain itu, penting untuk memperbanyak konsumsi air putih.

“Cuaca di Tanah Suci cukup panas. Jemaah diharapkan tidak memaksakan aktivitas di siang hari dan selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama menjalankan ibadah,” tutup Maria.

Pemerintah memastikan bahwa layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, dan perlindungan jemaah terus berjalan secara optimal.

Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah perempuan.