KabarDermayu.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, yang juga menjabat sebagai CEO Danantara Indonesia, mengungkapkan bahwa keberhasilan penerbitan obligasi global perdana oleh Danantara Indonesia menjadi bukti nyata tingginya kepercayaan investor dunia terhadap Indonesia.
Penerbitan obligasi internasional perdana PT Danantara Investment Management (DIM) ini mencapai nilai fantastis, yaitu 1,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Obligasi ini berhasil menarik minat kuat dari pasar keuangan internasional. Hal ini tercermin dari nilai peak orderbook yang menyentuh angka sekitar 4,6 miliar dolar AS, sebuah pencapaian yang lebih dari tiga kali lipat dari total nilai penerbitan.
“Ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi dan ini terbukti dan ini real ya,” ujar Rosan dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026.
Rosan menekankan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar janji di atas kertas. Penandatanganan transaksi telah resmi dilakukan pada 11 Juni 2026, dan dana hasil penerbitan obligasi dijadwalkan akan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pencapaian ini sekaligus membantah anggapan yang beredar bahwa investor global enggan menanamkan modalnya di Indonesia atau hanya bersedia membeli surat utang dengan premi risiko yang tinggi.
“Ini di luar ekspektasi banyak orang yang memperkirakan, tadinya kalau kita mau raise obligasi, mana ada yang mau beli, itu yang pertama. Kedua, wah pasti nanti rate-nya tinggi nih. Ternyata dua hal itu tidak terjadi dan ini juga menunjukkan kredibilitas baik dari Danantara maupun dari pemerintah itu sangat terjaga,” jelasnya.
Melihat tingginya minat pasar, Danantara membuka peluang untuk menerbitkan obligasi dengan tenor yang lebih panjang di masa mendatang, bahkan hingga 30 tahun.
Menurut Rosan, optimisme para investor ini didorong oleh keyakinan mereka terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai relatif stabil di tengah berbagai tantangan geopolitik dan geoekonomi global.
“Jadi ini membuktikan bahwa Danantara dalam hal ini mempunyai kredibilitas yang baik, dan ini tercermin dari obligasi yang mempunyai offensive credit sampai lebih dari tiga kali,” imbuhnya.
(Ant)





