Budiman Sudjatmiko Picu Kericuhan Diskusi di UGM

oleh -8 Dilihat
Budiman Sudjatmiko Picu Kericuhan Diskusi di UGM

KabarDermayu.com – Diskusi yang menghadirkan sejumlah pejabat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, berakhir ricuh pada Senin 15 Juni 2026 malam. Ketegangan yang semula muncul di dalam ruangan memaksa penyelenggara menghentikan acara lebih cepat dari jadwal.

Kegiatan yang berlangsung di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM itu menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, serta Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @totalpolitik, tampak diskusi awalnya berjalan normal.

Sudaryono sempat memaparkan sejumlah agenda pemerintah, termasuk rencana penerapan sistem ekspor satu pintu. Sementara Nusron Wahid menjelaskan pandangannya mengenai peluang berbagai program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.

Situasi mulai berubah ketika Budiman Sudjatmiko menyampaikan pandangannya dalam forum tersebut. Ketegangan meningkat setelah ia mengajak mahasiswa untuk menyampaikan kritik secara langsung, bukan melalui media sosial.

“Kalau mau kritik jangan di medsos, langsung saja di sini,” kata Budiman Sudjatmiko.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari sebagian peserta. Suasana forum diskusi yang semula berlangsung normal, berubah menjadi aksi protes terbuka.

Sejumlah mahasiswa bergerak menuju area panggung sambil menyuarakan kritik terhadap para pejabat yang hadir. Dalam beberapa video yang beredar, terdengar teriakan yang menyebut Budiman sebagai “pengkhianat reformasi”.

Mahasiswa juga membentangkan sejumlah spanduk bernada penolakan, di antaranya bertuliskan “UGM Menolak Pengkhianat Reformasi” dan “UGM Menolak Penjilat Rezim”.

Di tengah situasi yang semakin memanas, Budiman Sudjatmiko akhirnya meninggalkan lokasi. Sementara Nusron Wahid dan Sudaryono sempat menaiki kendaraan untuk keluar dari area kampus. Namun perjalanan mereka terhenti setelah kendaraan yang ditumpangi diadang oleh mahasiswa.

Keduanya kemudian turun dari mobil dan melanjutkan diskusi dengan mahasiswa secara informal. Dialog berlangsung di luar gedung dengan posisi duduk lesehan bersama peserta forum dialog.

Menanggapi insiden tersebut, Budiman Sudjatmiko mengaku menyesalkan gagalnya forum diskusi. Menurutnya, forum tersebut seharusnya bisa menjadi ruang pertukaran gagasan antara pemerintah dan mahasiswa.

“Seharusnya kita bisa berdialog dengan sehat dan lancar. Saya mau kok berdiskusi dengan mahasiswa. Tapi tadi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif. Saya mengkhawatirkan kondisi yang semakin tidak kondusif apabila saat itu kita masih berada di dalam gedung,” ujar Budiman Sudjatmiko dalam keterangannya, Selasa 16 Juni 2026.

Ia menegaskan sejak awal bersedia menerima kritik secara langsung dari mahasiswa melalui forum tersebut.

Sementara itu, Sudaryono mengungkapkan bahwa situasi tidak hanya diwarnai adu argumen, tetapi juga insiden yang mengarah pada tindakan fisik.

“Saya merasa ada yang memukul saya. Ada pelemparan air juga. Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar,” katanya.

Meski demikian, Sudaryono menegaskan pemerintah tidak anti terhadap kritik dan tetap membuka ruang dialog dengan masyarakat, termasuk mahasiswa.

“Kalau ada yang keliru, kita perbaiki. Itu cerminan demokrasi. Orang boleh punya pendapat, tetapi juga harus menghargai pendapat orang lain,” ujarnya.