KabarDermayu.com – PT Jetour Sales Indonesia dilaporkan tengah mempersiapkan kehadiran varian elektrifikasi dari SUV andalannya, Jetour T2. Model ini, yang sebelumnya telah hadir dalam versi mesin bensin dengan harga sekitar Rp588 juta on the road Jakarta, kini menunjukkan sinyal kuat untuk segera meluncur dalam bentuk Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Indikasi ini diperkuat oleh tercantumnya nama Jetour T2 PHEV dalam data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) tahun 2026. Kehadiran varian elektrifikasi ini sebelumnya juga telah dikonfirmasi oleh pihak Jetour Indonesia, meskipun detail mengenai harga dan jadwal peluncuran masih dirahasiakan.
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, pernah menyatakan bahwa peluncuran Jetour T2 versi PHEV ditargetkan pada semester kedua tahun 2026. Pernyataan ini memberikan gambaran awal mengenai kapan konsumen dapat menantikan kehadiran mobil ini di pasar otomotif Tanah Air.
Data NJKB yang diperoleh pada Selasa, 21 April 2026, mengungkapkan informasi menarik mengenai nilai dasar kedua varian Jetour T2. Varian standar Jetour T2 dengan sistem penggerak empat roda (X Wheel Drive) tercatat memiliki NJKB sebesar Rp295 juta.
Sementara itu, untuk varian Jetour T2 PHEV yang mengusung mesin 1.5 TD dengan sistem hybrid, NJKB yang tertera adalah Rp316 juta. Angka ini memberikan dasar untuk memperkirakan banderol harga jualnya di pasaran.
Dalam praktik umum industri otomotif di Indonesia, harga jual sebuah kendaraan biasanya memiliki selisih yang cukup signifikan di atas nilai NJKB. Dengan mempertimbangkan pola ini, perkiraan harga jual Jetour T2 PHEV di pasar Indonesia dapat berkisar antara Rp650 juta hingga Rp700 juta on the road Jakarta.
Posisi harga tersebut menempatkan Jetour T2 PHEV sebagai pilihan menarik di segmen SUV elektrifikasi. Keunggulan utamanya terletak pada teknologi yang ditawarkan, yang dinilai lebih canggih dibandingkan mobil dengan sistem hybrid konvensional.
Sistem plug-in hybrid memungkinkan Jetour T2 PHEV untuk beroperasi menggunakan tenaga listrik murni untuk jarak tertentu. Kemampuan ini memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih baik, terutama untuk perjalanan jarak pendek dalam perkotaan.
Selain itu, keberadaan mesin bensin sebagai pendukung memastikan fleksibilitas penggunaan untuk perjalanan jarak jauh. Pengguna tidak perlu khawatir akan keterbatasan jarak tempuh yang sering menjadi perhatian pada mobil listrik murni.
Secara desain, Jetour T2 dikenal dengan gaya SUV yang boxy dan tangguh, memberikan kesan siap untuk petualangan, termasuk kemampuan semi off-road. Kombinasi antara performa, efisiensi dari sistem PHEV, dan fleksibilitas penggunaan menjadikannya nilai tambah yang signifikan.
Kemunculan Jetour T2 PHEV juga berpotensi memperkaya pilihan di segmen SUV elektrifikasi di Indonesia. Saat ini, segmen ini masih didominasi oleh model-model dengan sistem hybrid konvensional. Dengan teknologi plug-in hybrid yang lebih maju, Jetour berpeluang menarik minat konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Konsumen yang mencari alternatif selain mobil listrik murni namun tetap menginginkan teknologi elektrifikasi yang lebih mutakhir, kemungkinan akan melihat Jetour T2 PHEV sebagai opsi yang menarik. Ini sejalan dengan tren global menuju elektrifikasi kendaraan.
Baca juga di sini: Baterai Sodium Mobil Listrik: Murah Tapi Jarak Tempuh Terbatas
Meskipun munculnya kode dan NJKB menjadi indikasi kuat, belum ada pernyataan resmi yang merinci spesifikasi teknis Jetour T2 PHEV untuk pasar Indonesia. Namun, tradisi dalam peluncuran kendaraan baru menunjukkan bahwa informasi detail biasanya akan menyusul dalam waktu dekat.





