Rekayasa Lalu Lintas MRT Jakarta: Cek Rute dan Jadwal Terbaru Dishub

oleh -10 Dilihat
Rekayasa Lalu Lintas MRT Jakarta: Cek Rute dan Jadwal Terbaru Dishub

KabarDermayu.com – Pembangunan proyek strategis nasional MRT Jakarta Fase 2, khususnya pada paket kontrak CP203, kini memasuki tahap krusial yang berdampak langsung pada aksesibilitas jalan raya di pusat kota. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta secara resmi mengumumkan pemberlakuan Rekayasa Lalu Lintas di sekitar kawasan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota demi menjamin kelancaran mobilitas warga selama masa konstruksi berlangsung.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya ini difokuskan pada area Jalan Pintu Besar Selatan dan Simpang Asemka. Mengingat kawasan ini merupakan salah satu urat nadi transportasi di Jakarta Barat, pengaturan arus kendaraan menjadi langkah preventif agar aktivitas konstruksi tidak melumpuhkan pergerakan masyarakat sehari-hari.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menegaskan bahwa perubahan alur kendaraan ini akan mulai efektif berlaku pada periode 10 Agustus 2026 hingga 15 Januari 2027. Penyesuaian ini dirancang secara bertahap mengikuti progres pembangunan fisik stasiun bawah tanah tersebut.

Detail Pengalihan Arus Lalu Lintas

Bagi para pengguna jalan yang melintasi area tersebut, berikut adalah rincian pola rekayasa yang diterapkan:

  • Jalan Pintu Besar Selatan: Kendaraan yang datang dari arah utara menuju selatan akan diarahkan melalui sisi barat hingga mencapai Simpang Asemka. Sementara itu, jalur sisi timur dikhususkan sebagai akses menuju Jalan Hayam Wuruk, yang diprioritaskan bagi bus Transjakarta serta kendaraan yang memiliki kepentingan akses ke bangunan di sekitar lokasi proyek.
  • Simpang Asemka: Arus lalu lintas dari arah barat ke timur, maupun sebaliknya, dialihkan melewati lajur di sisi utara area pembangunan terowongan. Dishub telah melakukan penyesuaian geometrik jalan agar manuver kendaraan tetap aman dan teratur.
  • Stasiun Glodok: Sistem contra flow yang sebelumnya diterapkan di Jalan Gajah Mada kini dialihkan ke sebagian Jalan Hayam Wuruk. Perubahan ini dilakukan seiring dengan pergeseran area kerja konstruksi ke sisi barat.

Aksesibilitas Bangunan dan Mitigasi Kepadatan

Pihak Dishub DKI Jakarta memastikan bahwa akses menuju ruko maupun gedung-gedung di sisi barat tetap terjaga. Satu lajur khusus telah disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan aksesibilitas warga dan pemilik bangunan. Jika di kemudian hari terjadi lonjakan volume kendaraan yang memicu kepadatan, jalur tersebut akan difungsikan secara fleksibel untuk mendukung kendaraan umum.

“Dishub DKI mengimbau pengguna jalan untuk mengandalkan rute alternatif, mematuhi rambu dan petunjuk petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan. Pelaksana proyek bertanggung jawab penuh atas keamanan para pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung,” ujar Budi Awaluddin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026.

Sebelum kebijakan ini diterapkan, PT Hutama Karya juga telah melakukan pekerjaan persiapan, termasuk pengangkatan peralatan Flash Butt Welding di Jalan Pintu Besar Selatan pada 16–22 Juli 2026. Prosedur tersebut dilakukan pada malam hari, yakni pukul 23.00 hingga 04.00 WIB, dengan menerapkan skema buka-tutup pada jalur Transjakarta untuk meminimalisir gangguan arus lalu lintas di jam sibuk.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar Glodok dan Kota Tua diharapkan untuk senantiasa memantau informasi terbaru terkait perubahan arus lalu lintas. Kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas serta arahan petugas di lokasi sangat krusial guna menghindari kemacetan panjang dan menjamin keselamatan bersama selama masa pengerjaan MRT Jakarta Fase 2 berlangsung.