Isi Chat Terakhir Pelaku Mutilasi di Depok: Tukang Piscok Kirim Pesan Resign di Hari Kejadian

oleh -8 Dilihat
Isi Chat Terakhir Pelaku Mutilasi di Depok: Tukang Piscok Kirim Pesan Resign di Hari Kejadian

KabarDermayu.com – Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam rangkaian penyelidikan kasus pembunuhan disertai mutilasi yang mengguncang warga Depok, Jawa Barat. Pelaku utama, Saepul alias Saepullah (26), diketahui mengirimkan pesan pengunduran diri melalui WhatsApp kepada pemilik usaha pisang cokelat (piscok) tempatnya bekerja tepat pada hari ia melakukan aksi keji tersebut.

Peristiwa tragis yang menimpa korban bernama Kunaefi (51) ini terjadi pada 23 Juli 2026. Keputusan Saepul untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai penjual gorengan di kawasan Stasiun Pondok Cina (Pocin) dilakukan di tengah skenario pembunuhan yang telah ia rencanakan.

Dalam pesan singkat yang dikirimkan kepada atasannya, Saepul tampak bersikap sangat formal dan sopan, seolah tidak terjadi hal luar biasa. Ia menyampaikan permohonan maaf atas pengunduran diri mendadak tersebut serta berjanji akan menyelesaikan urusan pribadinya.

“Assalamu’alaikum mas, aku minta maaf sebelumnya aku mengundurkan diri dari pekerjaan ini, aku berterima kasih banget sama mas udah mau terima aku buat 1 bulan ini. Untuk sisa hutang aku bayar cash nanti aku ke lapak selalian aku ambil tumblr,” tulis Saepul dalam pesan WhatsApp-nya.

Tidak hanya sekadar pamit, Saepul juga menyertakan permohonan maaf atas segala kekurangan dan perilaku yang mungkin kurang berkenan selama ia bekerja di gerai piscok tersebut. Pesan ini kini menjadi salah satu bukti yang disorot oleh penyidik untuk melihat pola perilaku pelaku sebelum dan sesudah tindak pidana dilakukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, Saepul dan Kunaefi diketahui saling mengenal melalui perantara media sosial. Keduanya kemudian sepakat untuk mengadakan pertemuan di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di wilayah Cipayung, Depok, pada tanggal yang sama dengan waktu pengunduran diri pelaku.

Pertemuan yang seharusnya berjalan normal tersebut justru berakhir dengan pertikaian hebat. Situasi memanas hingga pelaku nekat menghabisi nyawa korban dengan menusuk bagian perut serta menggorok leher menggunakan senjata tajam. Tidak berhenti sampai di situ, pelaku kemudian melakukan aksi mutilasi pada bagian pangkal paha korban guna menyulitkan proses identifikasi dan menghilangkan jejak kejahatannya.

Upaya pelaku untuk menutupi kejahatannya tergolong sangat sadis. Jasad korban dibungkus menggunakan plastik hitam serta karung, lalu dibuang di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Depok. Sementara itu, bagian tubuh lainnya, yakni kedua kaki korban, ditemukan di aliran sungai wilayah Pitara, Pancoran Mas.

Pelarian Saepul akhirnya berakhir setelah Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil melacak keberadaannya. Ia diringkus di wilayah Pandeglang, Banten, pada Rabu dini hari, 5 Agustus 2026, saat diduga sedang berupaya melarikan diri lebih jauh untuk menghindari kejaran hukum.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terkait motif utama di balik pembunuhan tersebut. Penyidik juga tengah melengkapi alat bukti guna memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap waspada saat berinteraksi dengan orang yang baru dikenal melalui platform digital.