KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmennya yang mendalam terhadap bangsa Indonesia, bahkan hingga mempertaruhkan nyawa berkali-kali. Pernyataan tegas ini dilontarkannya saat menghadiri acara peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2026 yang diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas) pada Jumat, 1 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo mengawali dengan menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh kaum buruh yang selama ini memberikan dukungan. Dukungan tersebut ia rasakan tidak hanya dari sektor buruh, tetapi juga merambah ke petani, nelayan, serta seluruh pekerja di penjuru negeri.
“Saya ucapkan terima kasih atas undangan kepada saya, untuk hadir hari ini bersama saudara-saudara sekalian. Ini kehormatan bagi saya,” ucap Prabowo, seraya menambahkan, “Saya merasa bahwa kaum buruh selalu mendukung saya sekian kali dan saya merasa jadi presiden karena dukungan kaum buruh, kaum tani, kaum nelayan, kaum pekerja seluruh Indonesia.”
Namun, di tengah apresiasinya, Prabowo mengungkapkan keheranannya terhadap fenomena banyaknya individu pintar yang justru menyalahgunakan kepintaran mereka untuk merampas kekayaan negara. Ia menyatakan bahwa sejak masih aktif di Tentara Nasional Indonesia (TNI), ia telah memiliki tekad kuat untuk membela rakyat Indonesia.
“Saya heran, semakin pinter, banyak yang pinter, pinter maling. Enggak habis fikir aku, enggak habis fikir,” ujarnya dengan nada prihatin. “Saya merasa terpanggil karena saya dari usia muda, saya masuk tentara ingin menjaga negara ini, ingin membela negara ini, ingin membela rakyat saya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan kembali bahwa dirinya telah berkali-kali mempertaruhkan nyawa demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan menyejahterakan seluruh rakyatnya. Namun, ia merasa sedih melihat masih banyaknya oknum elit yang tega mencuri uang rakyat.
“Tapi, saya kaget begitu saya pensiun, saya lihat kok rakyat saya masih banyak yang susah. Saya telah mempertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk bangsa ini, tapi saya melihat banyak elit elit yang curi uang rakyat. Bukan ini yang saya perjuangkan, bukan negara yang dirampok oleh maling-maling, saya tidak rela,” pungkasnya dengan nada tegas.
Prabowo juga menyatakan ketidakrelaisannya melihat anak-anak dan ibu-ibu di Indonesia mengalami kelaparan hingga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti susu untuk anak mereka.
Selain itu, ia juga mengecam keras para pejabat pemerintah yang seharusnya mengemban amanah rakyat, namun justru berkolaborasi dengan pengusaha yang curang dan serakah.
“Saya tidak rela, pejabat-pejabat pemerintah yang diberi kepercayaan oleh rakyat justru bekerja sama dengan pengusaha pengusaha brengsek, dengan pengusaha pengusaha serakah,” katanya dengan nada geram.
Untuk itu, Prabowo menegaskan kembali komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, terutama bagi mereka yang masih hidup dalam kesulitan. Ia bertekad untuk tidak gentar dan tidak ragu dalam membela hak-hak rakyat.
“Saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang dalam kepentingan seluruh rakyat Indonesia dan terutama mereka-mereka yang hidupnya masih sulit, itu adalah tugas saya dan itu adalah tugas pemerintah yang saya pimpin dan itu adalah tekad kami, kami tidak akan gentar. Kami tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia,” katanya dengan penuh keyakinan.
Baca juga di sini: Gaji ART di Rumah Erin Ternyata Masih Ditanggung Andre Taulany
Pernyataan Presiden Prabowo ini disampaikan dalam konteks peringatan May Day 2026, yang menjadi momentum penting bagi kaum buruh untuk menyuarakan aspirasi mereka. Kehadiran Presiden menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap isu-isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja di Indonesia.





