Jawaban Mengejutkan Menhan AS tentang Kesehatan Mental Donald Trump

oleh -7 Dilihat
Jawaban Mengejutkan Menhan AS tentang Kesehatan Mental Donald Trump

KabarDermayu.com – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menjadi sorotan publik saat sidang kongres yang membahas stabilitas mental Presiden Donald Trump.

Dalam sidang yang berlangsung pada Rabu dan Kamis waktu setempat, anggota parlemen AS mengajukan pertanyaan mengenai kestabilan mental orang nomor satu di Negeri Paman Sam. Hal ini timbul menyusul beberapa unggahan Trump di media sosial yang dinilai tidak terkendali, bahkan terkadang mengandung ancaman terhadap keselamatan peradaban global, terutama di tengah konflik dengan Iran.

Menanggapi pertanyaan kritis tersebut, Hegseth menunjukkan reaksi kesal dan langsung membela Trump. Ia bahkan melontarkan pertanyaan balik kepada anggota parlemen dari Partai Demokrat, Sara Jacobs, yang mempertanyakan kelayakan Trump sebagai panglima tertinggi.

“Apakah pertanyaan serupa pernah Anda ajukan kepada pendahulunya, Joe Biden selama empat tahun?,” tanya Hegseth, seperti dilansir dari laman NDTV pada Jumat, 1 Mei 2026.

Jacobs membalas, “Joe Biden bukan presiden. Trump sudah menjabat selama satu setengah tahun.”

Hegseth dengan nada tegas menyatakan, “Saya bahkan tidak akan menanggapi pertanyaan merendahkan yang Anda arahkan kepada panglima tertinggi. Trump adalah panglima tertinggi yang luar biasa dan selalu mengutamakan pasukan kita.”

Selain membahas isu stabilitas mental, sidang tersebut juga mencakup pembahasan proposal anggaran militer di bawah pemerintahan Trump untuk tahun 2027. Anggaran militer yang diajukan disebut mengalami peningkatan signifikan, mencapai 1,5 triliun dolar AS atau setara dengan Rp24 kuadriliun.

Hegseth menjelaskan bahwa alokasi anggaran besar ini bertujuan untuk mempersiapkan pasukan militer AS menghadapi konflik saat ini dan di masa depan. Ia juga menekankan bahwa anggaran ini merupakan upaya untuk memulihkan kondisi setelah bertahun-tahun kekurangan investasi dan salah kelola.

Baca juga di sini: Andre Taulany Tolak Bantu ART yang Diduga Dianiaya Erin

“Anggaran 1,5 triliun dolar ini akan memastikan Amerika Serikat tetap memiliki militer paling kuat dan paling mampuni di dunia,” tegas Hegseth.

Ia menguraikan proposal tersebut sebagai langkah strategis untuk merombak kekuatan militer AS secara komprehensif. Fokus utamanya adalah peningkatan kapasitas industri, pengembangan senjata canggih, serta peningkatan kesejahteraan para prajurit. Hegseth juga menyoroti rencana kenaikan gaji sekitar tujuh persen untuk personel tingkat junior, serta komitmen untuk memperbaiki atau mengganti barak yang dinilai buruk atau tidak layak.

“Kemampuan sebuah negara untuk memproduksi, berinovasi, dan memenuhi kebutuhan penting para prajuritnya dengan cepat dan dalam skala besar adalah fondasi utama bagi daya tangkal dan kelangsungan hidupnya,” tambah Hegseth, menekankan pentingnya kesiapan industri pertahanan.

Kekhawatiran atas Kondisi Mental Trump

Di tengah kebuntuan negosiasi damai dengan Iran, Presiden Trump beberapa kali melayangkan pernyataan bernada ancaman melalui media sosial. Beberapa di antaranya bahkan diunggah pada larut malam, saat mayoritas warga Amerika sedang beristirahat.

Tindakan ini memicu kekhawatiran publik mengenai ketajaman mental Trump. Salah satu unggahan yang paling mencolok bahkan mengancam keselamatan seluruh peradaban. Trump menyatakan bahwa seluruh peradaban akan musnah pada malam itu jika Iran tidak memenuhi tuntutannya.

Kehebohan lain muncul ketika Trump mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya menyerupai sosok Yesus Kristus, dengan cahaya ilahi memancar dari kedua tangannya. Unggahan ini akhirnya dihapus setelah menuai berbagai kritik, namun Trump membela diri dengan menyatakan maksud di balik unggahan tersebut.

“Itu dimaksudkan sebagai saya seorang dokter yang menyembuhkan orang,” klaimnya, mencoba meredakan kontroversi yang timbul akibat unggahan tersebut.