Menunda Sunat: Apa Saja Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai?

oleh -5 Dilihat
Menunda Sunat: Apa Saja Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai?

KabarDermayu.com – Sunat atau sirkumsisi merupakan prosedur yang terkadang masih ditunda oleh sebagian orang tua untuk anak-anak mereka. Berbagai alasan mendasarinya, mulai dari persepsi anak yang belum siap, kekhawatiran akan rasa sakit, hingga pertimbangan biaya yang menyertainya. Namun, banyak orang tua yang kemudian bertanya-tanya mengenai potensi dampak buruk penundaan sunat terhadap kesehatan anak.

Secara medis, sunat tidak dikategorikan sebagai tindakan darurat yang harus segera dilakukan pada setiap anak. Akan tetapi, jika penundaan dilakukan dalam jangka waktu yang terlalu lama tanpa adanya alasan medis yang kuat, terdapat beberapa risiko kesehatan yang berpotensi meningkat. Risiko ini terutama berkaitan dengan kebersihan di area genital.

Kulup, atau kulit yang menutupi kepala penis, jika tidak dibersihkan secara optimal, dapat menyebabkan penumpukan kotoran, minyak alami tubuh, serta sel-sel kulit mati. Kondisi ini menjadi lahan subur bagi timbulnya iritasi, bau yang tidak sedap, peradangan, bahkan hingga infeksi.

Pada beberapa kasus anak, kulup juga bisa memiliki kondisi yang terlalu sempit atau sulit untuk ditarik ke belakang. Keadaan medis ini dikenal dengan istilah fimosis. Apabila kondisi fimosis tersebut menimbulkan keluhan seperti rasa nyeri saat buang air kecil, adanya pembengkakan, atau infeksi yang berulang, maka pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter sangatlah diperlukan.

Selain itu, penundaan sunat terkadang justru dapat memicu kecemasan yang lebih besar pada anak seiring bertambahnya usia mereka. Anak yang sudah memasuki usia yang lebih besar umumnya memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai prosedur medis. Hal ini dapat membuat rasa takut yang mereka rasakan justru semakin meningkat, dibandingkan ketika mereka masih berusia lebih muda.

Direktur Klinik Naura Medika, dr. Muchamad, MARS, menekankan pentingnya akses yang mudah dan aman terhadap tindakan sunat bagi masyarakat. Beliau menyatakan bahwa melalui kegiatan sunatan massal yang diselenggarakan secara gratis, pihaknya berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang terjangkau. Layanan ini didukung oleh tenaga medis profesional dan fasilitas yang memadai.

Baca juga di sini: Gubernur Kaltim Jawab Kritik Tak Terlihat Bekerja: Kami Sibuk, Jarang Buat Konten

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi kesehatan dan perkembangan anak. Sekaligus menjadi bagian dari komitmen Klinik Naura Medika dalam melayani masyarakat,” ujar dr. Muchamad dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu, 3 Mei 2026. Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan sunatan massal gratis yang ditujukan bagi 30 anak dari keluarga kurang mampu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Lokasinya berada di Jl. Kemakmuran Raya No. 37 Sukmajaya, Kota Depok. Seluruh proses didukung oleh tenaga medis profesional dan fasilitas klinik yang telah dipersiapkan untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan para peserta.

Sejak pagi hari, para peserta didampingi oleh orang tua masing-masing dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusiasme. Pendampingan khusus juga diberikan kepada anak-anak agar mereka merasa lebih tenang sebelum menjalani prosedur tindakan sunat.

Meskipun demikian, penting untuk dipahami bahwa tidak semua anak yang belum disunat pasti akan mengalami gangguan kesehatan. Banyak anak yang tetap dapat menjalani hidup sehat selama kebersihan di area genital mereka terjaga dengan baik dan tidak ada keluhan medis spesifik yang muncul.

Orang tua disarankan untuk senantiasa memperhatikan tanda-tanda yang mungkin muncul pada anak. Tanda-tanda tersebut meliputi nyeri saat buang air kecil, kemerahan pada area genital, adanya pembengkakan, infeksi yang berulang, atau keluhan ketidaknyamanan yang sering disampaikan oleh anak. Apabila gejala-gejala tersebut terdeteksi, langkah yang paling tepat adalah segera berkonsultasi dengan dokter.

Pada akhirnya, keputusan mengenai waktu yang tepat untuk melaksanakan sunat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan anak secara keseluruhan, kesiapan mental mereka, serta saran yang diberikan oleh tenaga medis profesional. Yang terpenting adalah jangan menunda pelaksanaan sunat apabila sudah terdeteksi adanya keluhan kesehatan yang memerlukan penanganan.