Gubernur Kaltim Jawab Kritik Tak Terlihat Bekerja: Kami Sibuk, Jarang Buat Konten

oleh -4 Dilihat
Gubernur Kaltim Jawab Kritik Tak Terlihat Bekerja: Kami Sibuk, Jarang Buat Konten

KabarDermayu.com – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, memberikan tanggapan terhadap kritik yang menyebut kinerja pemerintah daerahnya minim publikasi.

Ia menjelaskan bahwa kesibukan utama pemerintah daerah saat ini lebih terfokus pada pelaksanaan berbagai program kerja, bukan pada pembuatan konten untuk media sosial.

“Sabar bos, kami bekerja. Hanya kami bekerja jarang terliput, jarang tersampaikan di media sosial, karena kami lebih banyak bekerjanya daripada dengan kontennya, kami sibuk sekali,” ujar Rudy saat ditemui di Gedung Odah Etam, Samarinda, pada Kamis, 30 April 2026, seusai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi.

Dalam forum Musrenbang tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud juga menerima berbagai masukan dan usulan pembangunan dari perwakilan kabupaten dan kota di Kaltim.

Salah satu usulan yang mendapat perhatian khusus adalah rencana pembangunan jembatan di wilayah Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu.

Proyek pembangunan jembatan ini dipastikan akan mendapat dukungan dari pihak swasta, yaitu PT Tujuan Mulia Makmur (TMM).

Rudy Mas’ud mengungkapkan bahwa negosiasi dengan PT TMM telah selesai dilakukan dan proyek ini diinisiasi oleh Hasyim Djojohadikusumo.

Baca juga di sini: ARMY Bersiap: Tiket Konser BTS di Jakarta Segera Dijual

“Tujuan Mulia Makmur (TMM) yang akan bangunkan, saya sudah negosiasi dan itu diinisiasi Pak Hasyim,” katanya.

Dukungan dari sektor swasta ini dinilai sangat krusial, mengingat tantangan aksesibilitas dan kebutuhan infrastruktur yang mendesak di daerah Mahakam Ulu.

Selain isu jembatan, Gubernur Rudy juga menyinggung mengenai rencana peresmian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Mahakam Ulu.

Peresmian proyek tersebut mengalami penundaan karena adanya kendala akses yang signifikan.

Ia menyebutkan bahwa kemungkinan besar acara peresmian akan dipindahkan ke Samarinda, mengingat kesulitan akses menuju lokasi proyek.

“Beliau sibuk, tertunda untuk datang ke Kaltim meresmikan proyek PT TMM untuk PLTA di Mahulu, tapi rencana peresmiannya di Samarinda saja karena belum mampu mengakses jaringan,” tandasnya.