KabarDermayu.com – Akun Instagram pribadi milik musisi Ahmad Dhani dilaporkan menghilang, memicu kehebohan di kalangan publik. Di tengah sorotan publik terkait unggahan kontroversial yang menyangkut nama Maia Estianty, pentolan band Dewa 19 ini memilih untuk tetap bersuara melalui kanal resmi bandnya.
Alih-alih memilih diam setelah akun Instagram pribadinya tidak dapat diakses, Ahmad Dhani menunjukkan sikap yang tegas. Ia menyampaikan pernyataannya melalui akun Instagram resmi Dewa 19, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan apa yang diyakininya sebagai kebenaran, terutama demi putrinya, Shafeea Ahmad.
“I am a Man Who Will Fight For Your Honour @shafeeamd_,” tulis Ahmad Dhani melalui akun Instagram Dewa19, @officialdewa19, pada Senin, 4 Mei 2026. Pesan ini disampaikan seolah menegaskan posisinya dalam situasi yang sedang berkembang.
“IG saya bisa mati tapi kebenaran tak bisa dikubur,” tambah Dhani dalam keterangan foto yang diunggahnya. Pernyataan ini menyiratkan bahwa meskipun platform digitalnya hilang, perjuangan untuk kebenaran yang ia yakini akan terus berlanjut.
Sebelumnya, akun Instagram @ahmaddhaniofficial mendadak tidak dapat diakses pada Minggu, 3 Mei 2026. Banyak pengguna yang menyadari hilangnya akun tersebut saat mencoba mengakses profilnya, namun tidak menemukan konten apa pun. Bahkan, sebagian warganet melaporkan bahwa akun tersebut tidak muncul dalam hasil pencarian.
Baca juga: Kirab Budaya Padjadjaran Dimulai dari Sumedang
Kondisi hilangnya akun Instagram ini memicu berbagai spekulasi di kalangan publik dan warganet. Ada yang menduga bahwa akun tersebut sengaja dinonaktifkan oleh pemiliknya. Sementara itu, sebagian lainnya mengaitkan fenomena ini dengan tekanan publik yang muncul setelah pernyataan Dhani yang dinilai menyindir mantan istrinya, Maia Estianty.
Dalam beberapa hari terakhir, nama Ahmad Dhani memang kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Unggahan-unggahan yang dianggap menyinggung soal putrinya, Shafeea, disebut-sebut kembali membuka luka lama dan konflik yang sebelumnya telah mereda. Reaksi publik pun tampak terbelah; sebagian mendukung, namun tidak sedikit pula yang melayangkan kritik tajam.
Meskipun akun media sosial pribadinya kini tidak dapat diakses, Ahmad Dhani tampaknya tidak ingin kehilangan ruang untuk menyampaikan pandangannya. Dengan memanfaatkan akun Instagram resmi Dewa 19, ia tetap aktif dan menyampaikan pesan pentingnya kepada publik luas.
Langkah Dhani untuk tetap bersuara melalui akun Dewa 19 ini sontak menuai beragam komentar dari para warganet. Beberapa di antaranya secara khusus menyoroti keputusannya untuk tetap vokal dan menyampaikan pendapatnya, meskipun akun pribadinya sudah tidak aktif lagi.
Salah satu komentar yang menyoroti hal ini berbunyi, “Ignya pakdhe hilang, malah lanjut di akun dewa.” Komentar ini menunjukkan observasi warganet terhadap strategi komunikasi Dhani.
Sementara itu, komentar lain menyarankan tindakan hukum: “Bunda maia menurutku cepet laporin ni orang pencemaran nama baik deh. Gak udah2.” Komentar ini mencerminkan pandangan sebagian warganet yang merasa tindakan Dhani sudah melewati batas.
Ada pula warganet yang menunjukkan ketidaksetujuan dengan drama yang terjadi: “unfollow ah, mls liat drama.”.
Bahkan, beberapa komentar mengaitkan masalah ini dengan posisinya sebagai wakil rakyat: “@dpr_ri @gerindra @fraksipartaigerindra tolong diperhatikan kadernya supaya tidak lupa tugas dan tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat, karena dia digaji rakyat, kasihan rakyat.” Komentar ini menunjukkan harapan agar pihak berwenang turut campur tangan dan mengingatkan Dhani akan tanggung jawabnya.
Meskipun akun Instagram pribadinya menghilang, Ahmad Dhani menegaskan bahwa kebenaran akan tetap diperjuangkan, tidak peduli platform apa yang digunakan.
Kasus ini kembali menyoroti bagaimana figur publik menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi dan bagaimana setiap unggahan dapat memicu reaksi publik yang beragam, serta implikasi yang mungkin timbul, baik secara personal maupun profesional.
Hilangnya akun Instagram Ahmad Dhani dan keputusannya untuk menggunakan akun Dewa 19 sebagai sarana klarifikasi menunjukkan betapa pentingnya media sosial bagi tokoh publik dalam mengelola citra dan menyampaikan pesan di era digital saat ini. Pernyataannya yang lugas, “IG saya bisa mati tapi kebenaran tak bisa dikubur,” menjadi penutup yang kuat dalam pernyataannya di akun band legendaris tersebut.





