Meta Kerahkan Triliunan Rupiah untuk AI, Dampaknya ke Ribuan Karyawan

oleh -6 Dilihat
Meta Kerahkan Triliunan Rupiah untuk AI, Dampaknya ke Ribuan Karyawan

KabarDermayu.com – Meta Platforms, perusahaan induk yang menaungi Facebook dan Instagram, dilaporkan akan melakukan pemangkasan ribuan karyawan dalam waktu dekat.

Langkah efisiensi ini diduga kuat berkaitan erat dengan besarnya investasi yang digelontorkan perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

CEO Meta, Mark Zuckerberg, secara terbuka mengakui bahwa pengeluaran besar untuk AI menjadi salah satu pemicu utama di balik keputusan pengurangan tenaga kerja ini.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah rapat internal perusahaan yang membahas kondisi keuangan dan strategis Meta.

Zuckerberg menjelaskan bahwa biaya terbesar perusahaan saat ini terbagi antara komputasi dan infrastruktur, serta kebutuhan sumber daya manusia.

Kedua aspek ini, baik yang berorientasi pada teknologi maupun manusia, menjadi pendorong utama pengeluaran Meta.

Ia mengakui adanya peningkatan signifikan dalam investasi perusahaan di bidang AI.

“Itu berarti kami memang perlu mengurangi ukuran perusahaan sampai batas tertentu,” ungkap Zuckerberg, seperti dikutip dari Forbes, Selasa, 5 Mei 2026.

Berdasarkan informasi yang beredar, Meta berencana memangkas sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya, yang diperkirakan setara dengan 8.000 karyawan.

Pengurangan ini dilakukan guna menyeimbangkan beban pengeluaran perusahaan yang terus membengkak akibat fokus besar pada pengembangan AI.

Zuckerberg juga menyoroti bagaimana efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi AI telah mengubah kebutuhan tenaga kerja secara drastis di dalam perusahaan.

Ia memberikan contoh, jika sebuah tim yang sebelumnya membutuhkan 50 hingga 100 orang kini hanya memerlukan 10 orang berkat AI, maka mempertahankan jumlah karyawan yang besar di tim tersebut bisa menjadi kontraproduktif.

Oleh karena itu, perbaikan struktur tim dianggap perlu dilakukan.

Namun, Zuckerberg menegaskan bahwa pengurangan ukuran tim tidak serta merta berarti pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Menurutnya, AI justru dapat membuka peluang baru bagi karyawan untuk terlibat dalam lebih banyak proyek inovatif.

Baca juga: Terungkapnya Alasan Ahmad Dhani Tidak Hadiri Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju di Bali

Meta juga telah merilis proyeksi belanja modal terbaru yang menunjukkan angka yang sangat besar.

Perusahaan memperkirakan pengeluaran akan mencapai US$125 miliar hingga US$145 miliar, atau setara dengan Rp2.125 triliun hingga Rp2.465 triliun (dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS).

Angka ini merupakan peningkatan dari proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran US$115 miliar hingga US$135 miliar.

Dalam konteks industri teknologi secara umum, perusahaan raksasa lainnya seperti Amazon dan Google juga diperkirakan akan menggelontorkan dana hingga US$750 miliar atau sekitar Rp12.750 triliun untuk pengembangan AI sepanjang tahun ini.

Lonjakan investasi besar-besaran di sektor AI ini turut menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.

Hal ini tercermin dari penutupan saham Meta yang sempat turun hampir 9 persen dalam perdagangan terbaru.

Di sisi lain, Zuckerberg juga menyinggung faktor eksternal yang memengaruhi kinerja bisnis perusahaan, khususnya pada sektor periklanan.

Ia menyebut bahwa bisnis iklan Meta mengalami “perubahan lintasan” pasca serangan Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar telah mendorong konsumen untuk mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk kebutuhan energi.

Akibatnya, belanja untuk produk-produk non-prioritas menjadi berkurang.

“Pengeluaran konsumen untuk bensin yang meningkat berarti mereka akan mengurangi pembelian barang-barang yang bersifat diskresioner yang biasanya didukung oleh iklan,” ujarnya.

PHK di Meta dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada 20 Mei mendatang.

Selain itu, perusahaan juga membatalkan rencana perekrutan untuk sekitar 6.000 posisi yang sebelumnya masih dibuka.