Konsumsi Rumah Tangga Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026

oleh -6 Dilihat
Konsumsi Rumah Tangga Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026

KabarDermayu.com – Konsumsi rumah tangga masih menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa komponen ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen secara year-on-year (yoy).

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga menyumbang andil sebesar 2,94 persen dari total pertumbuhan ekonomi tersebut. Kinerja positif ini utamanya didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat.

Momen libur nasional dan hari besar keagamaan, seperti perayaan Nyepi dan Idul Fitri, turut mendongkrak aktivitas konsumsi. Masyarakat lebih banyak melakukan kegiatan belanja dan rekreasi pada periode tersebut.

Selain itu, konsumsi juga ditopang oleh berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan mengendalikan inflasi. Stimulus ekonomi, seperti pemberian diskon tiket transportasi dan pembayaran THR (Gaji ke-14), serta penetapan BI rate pada level 4,75 persen, turut memberikan dorongan.

Amalia merinci bahwa pertumbuhan tertinggi konsumsi rumah tangga tercatat pada kelompok pengeluaran restoran dan hotel, yang melonjak hingga 7,38 persen. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kegiatan pariwisata selama periode liburan panjang.

Baca juga: Wamenhaj Imbau Jemaah Haji Lansia Prioritaskan Ibadah Pokok

Di luar konsumsi rumah tangga, komponen lain yang turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Komponen ini menunjukkan pertumbuhan solid sebesar 5,96 persen.

Pertumbuhan PMTB didorong oleh investasi pemerintah, khususnya dalam pembangunan yang berkaitan dengan prioritas nasional. Investasi dari sektor swasta juga turut memberikan kontribusi positif.

Konsumsi Pemerintah juga mencatat pertumbuhan yang impresif, yaitu sebesar 21,81 persen. Angka ini sejalan dengan peningkatan realisasi belanja pegawai melalui pembayaran gaji ke-14 (THR).

Peningkatan belanja barang dan jasa pemerintah, terutama melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), juga turut berkontribusi pada pertumbuhan konsumsi pemerintah.

Dari sisi lapangan usaha, lima sektor menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I-2026. Sektor-sektor tersebut adalah Industri Pengolahan (19,07 persen), Perdagangan (13,28 persen), Pertanian (12,67 persen), Konstruksi (9,81 persen), dan Pertambangan (8,69 persen).

Sektor akomodasi dan makan minum menunjukkan pertumbuhan tinggi sebesar 13,14 persen. Hal ini didorong oleh perluasan cakupan program MBG dan momen libur nasional yang meningkatkan aktivitas kuliner dan penginapan.

Pertumbuhan juga terlihat pada sektor jasa lainnya yang tumbuh 9,91 persen. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara.

Sektor Transportasi dan Pergudangan turut mencatat pertumbuhan positif sebesar 8,04 persen. Peningkatan mobilitas masyarakat selama periode tersebut menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan sektor ini.

Lebih lanjut, Amalia menjelaskan bahwa sektor Industri Pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen (yoy). Pertumbuhan ini ditopang oleh industri makanan dan minuman, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional.

“Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.